Breaking News:

Pilpres 2019

Pengamat Politik Beberkan Alasan Pertemuan Prabowo dan Jokowi Sulit Terjadi, Minta Publik Bersabar

Pengamat politik Adi Prayitno membeberkan apa faktor yang menyebabkan pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto sulit terjadi.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Calon presiden Joko Widodo dan rivalnya Prabowo Subianto sempat bergandengan tangan saat deklarasi kampanye damai yang digelar KPU di Lapangan Monas, 23 September 2018. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno membeberkan apa faktor yang menyebabkan pertemuan antara calon presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dan lawan politiknya Prabowo Subianto sulit terjadi.

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, Adi menilai, sulitnya pertemuan tersebut disebabkan oleh fragmentasi politik yang besar di masyarakat.

Adi memaparkan, fragmentasi politik di masyarakat ini dampaknya jauh lebih besar saat Pilpres 2019 jika dibandingkan dengan Pilpres 2014.

Sandiaga Uno Beberkan Agenda Selanjutnya dengan Prabowo Subianto setelah Kalah di Pilpres 2019

Karena fragmentasi politik yang ekstrim itulah, ungkap Adi, Prabowo jadi mempertimbangkan masak-masak rencana pertemuannya dengan Jokowi.

Hal ini, menurut Adi, demi menghormati para pendukung Prabowo-Sandi yang masih menganggap bahwa terjadi kecurangan di Pemilu 2019.

"Prabowo ingin menghormati pendukungnya yang sejauh ini masih menganggap pemilu 2019 curang," kata Adi, Senin (1/7/2019).

"Jadi, kalau tiba-tiba Prabowo bertemu Jokowi dan memberikan ucapan selamat, pendukungnya akan menganggap hal itu tidak wajar," tambah dia.

Serukan Gerindra, PKS, dan PAN Tetap Jadi Oposisi, Politisi Nasdem: Itu akan Baik bagi Rakyat

Namun, Adi meyakini, rencana pertemuan antara Jokowi dan Prabowo tentu akan tetap terjadi.

Sehingga, dirinya meminta publik untuk bersabar sedikit lebih lama agar dapat menyaksikan pertemuan tersebut.

Calon Presiden 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto.
Calon Presiden 01, Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Presiden 02, Prabowo Subianto. (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

"Publik juga harus sabar karena fragmentasi politik membuat pendukung Prabowo juga tidak bisa langsung move on. Kalau Pilpres 2014 memang lebih mudah bagi Prabowo dan Jokowi bertemu karena fragmentasi politiknya tidak ekstrem," papar dia.

"Sekarang logikanya dibalik, Prabowo dan Sandi harus mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf, kan pemilu sudah selesai, hormatilah rakyat Indonesia," sambung dia.

Nilai Gerindra Bosan Jadi Oposisi, Pengamat Politik Bandingkan Sikap Prabowo pada Pilpres 2014

Sementara itu, Anggota Dewan Penasiha DPP Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafi'i, memberikan penjelasan soal kemungkinan pertemuan antara Jokowi dan Prabowo.

Mengutip Kompas.com, Syafi'i menyebutkan, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo sangat mungkin terjadi.

"Pertemuan antar tokoh nasional saya kira itu sangat mungkin terjadi. Tapi konten pertemuan itu seperti apa saya kira itu masih menjadi sebuah tanda tanya," kata Syafi'i di Gedung DPR, Senin (1/7/2019).

Ia menjelaskan, pertemuan antara Jokowi dan Prabowo itu belum tentu berupa rekonsiliasi yang berwujud bagi-bagi jabatan.

Pasalnya, Syafi'i meyakini Gerindra akan mengambil posisi sebagai oposisi dan tak akan menerima tawaran jabatan dari koalisi Jokowi-Ma'ruf.

"Apakah isi pertemuan itu tentang rekonsiliasi seperti dimaksudkan para pengamat politik, saya kira itu saya belum bisa memberi jawaban, karena saya belum melihat Pak Prabowo punya pemikiran ke arah itu," ujar Syafi'i.

(TribunWow.com)

WOW TODAY:

Tags:
Prabowo SubiantoJoko Widodo (Jokowi)Pilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved