Breaking News:

Pilpres 2019

Bahas Rekonsiliasi, Hasto Kristianto Singgung Kerja Sama PDIP dan Gerindra di DPR: Hanya Isu Politik

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto angkat bicara soal rencana rekonsiliasi antara Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
Capture Youtube KompasTV
Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto angkat bicara soal rencana rekonsiliasi antara pasangan calon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dengan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto angkat bicara soal rencana rekonsiliasi antara pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Diberitakan TribunWow.com dari siaran langsung KompasTV, Minggu (30/6/2019), hal tersebut disampaikan Hasto saat menghadiri rapat pleno penetapan presiden dan wakil presiden terpilih di kantor KPU, Jakarta.

Dalam pemaparannya, awalnya Hasto menilai rapat pleno ini merupakan batu loncatan yang menunjukkan bahwa tahapan Pilpres 2019 sudah selesai.

Sandiaga Uno Beberkan Alasan Dirinya dan Prabowo Tak Hadiri Penetapan Presiden Terpilih di KPU

"Dengan penetapan ini Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, menjadi pemimpin kita bersama tanpa membedakan apapun pilihan politiknya," kata Hasto.

"Karena itulah tugas untuk mewujudkan Indonesia yang jaya, Indonesia yang maju, itu jadi skala prioritas Pak Jokowi difokuskan pada pembangunan SDM kita," sambung dia.

Hasto lantas memaparkan soal kemungkinan rekonsiliasi setelah rapat pleno berakhir.

Hasto menilai, rekonsiliasi sebenarnya merupakan intisari dari jalan musyawarah itu sendiri ketika ada pihak-pihak yang memang bersedia untuk membangun dialog.

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo subianto saat mengikuti debat keempat calon presiden pada pemilu 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019). Pada debat keempat kali ini mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan Keamanan dan Hubungan Internasional.
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo subianto saat mengikuti debat keempat calon presiden pada pemilu 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019). Pada debat keempat kali ini mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan Keamanan dan Hubungan Internasional. (Tribunnews/Jeprima)

"Tetapi ketika dialog tidak mau dilakukan, ya berarti ini tidak sesuai pada pemahaman terhadap kepribadian bangsa," lanjut dia.

Namun, Hasto memastikan, kepemimpinan Jokowi adalah kepemimpinan yang merangkul dan menyatukan sehingga proses dialog tentu akan terus dilakukan secara bersama-sama.

Terkait hubungan kubu 01 dengan Partai Gerindra, Hasto memberikan contoh kerja sama yang terjalin antara pihaknya dengan partai yang diketuai Prabowo itu saat di DPR.

"Tidak ada persoalan terkait dengan hal tersebut. Karena di DPR kami bisa menunjukkan kerja sama yang baik dengan Partai Gerindra," ungkap Hasto.

"Rekonsiliasi hanya menjadi sebuah isu politik. Tetapi watak sejati para pemimpin di republik ini adalah mengedepankan dialog, mencari titik temu untuk bangsa dan negara, sehingga dengan adanya penetapan KPU secara legalitas formal, tidak ada lagi persoalan terkait dengan kepemimpinan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," imbuh dia.

Prabowo-Sandiaga Tak ke KPU, Maruf Amin: Lebih Bagus kalau Hadir, Bisa Berangkulan dan Silaturahmi

Hasto menilai, hal ini juga didukung oleh dukungan rakyat yang sangat besar.

"Partisipasi pemilu lebih dari 81 persen rakyat hadir, ini adalah sebuah kekuatan utama bagi seorang pemimpin. Meskipun demikian, Pak Jokowi tetap mau melakukan langkah-langkah dialog dengan Pak Prabowo, ini merupakan hal yang positif," tandasnya.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY

Tags:
Hasto KristiyantoPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)Partai GerindraDewan Perwakilan Rakyat (DPR)Pilpres 2019Joko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved