Sidang Sengketa Pilpres 2019

Tim Hukum 02: Kami Tak Punya Ruang Menyanggah Dalil MK meski Ada 1001 Pertanyaan yang Bisa Diajukan

Anggota Tim Hukum Prabowo-Sandi, Teuku Nasrullah mengaku pihaknya harus menerima hasil putusan meski memiliki banyak pertanyaan pada MK.

Tim Hukum 02: Kami Tak Punya Ruang Menyanggah Dalil MK meski Ada 1001 Pertanyaan yang Bisa Diajukan
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Anggota Tim Hukum pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah hadir di sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah, memberikan tanggapan atas hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan dalam sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh Tim Hukum 02.

Dikutip TribunWow.com dari program 'Selamat Datang Presiden Terpilih' tvOne, Kamis (27/6/2019), mengaku pihaknya harus menerima hasil putusan meski memiliki banyak pertanyaan pada MK.

Dalam wawancara singkat tim tvOne dengan Teuku Nasrullah, awalnya sang kuasa hukum 02 itu mengaku bahwa ditolak atau diterimanya sebuah permohonan adalah hal yang biasa.

Kekaguman Tim Hukum 01 pada MK: Luar biasa, Hakim Konstitusi Mengulas Dalil Satu Per Satu

Namun, terang Teuku Nasrullah, sidang di MK berbeda dengan sidang lainnya karena di MK tidak ada lagi ruang untuk mengajukan keberatan.

"Bagi kami kuasa hukum, ditolak atau diterimanya sebuah permohonan itu suatu hal yang biasa," kata Teuku Nasrullah.

"Masalahnya kalau di pengadilan lain kami masih punya ruang untuk menyatakan keberatan terhadap pertimbangan majelis hakim dalam risalah banding, atau kasasi, atau tinjauan kembali."

"Tapi di MK kami tidak punya ruang lagi untuk menyanggah dalil-dalil majelis hakim itu," imbuhnya.

Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah memberikan tanggapan atas hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan dalam sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh Tim Hukum 02.
Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Teuku Nasrullah memberikan tanggapan atas hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan dalam sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan oleh Tim Hukum 02. (Capture Youtube Talk Show tvOne)

Teuku Nasrullah menyebutkan, apapun keputusan hakim MK, suka maupun tidak, timnya harus menerima putusan tersebut dengan sepenuh hati.

"Meskipun di kepala dan di hati ini ada 1001 pertanyaan yang bisa kita ajukan terhadap pertimbangan itu," ujar Teuku Nasrullah.

Zulkifli Hasan Sebut Prabowo Sudah Nyatakan Koalisi Adil Makmur Berakhir, PAN akan Gabung Jokowi?

Atas hasil putusan MK ini, Teuku Nasrullah mengaku berharap akan ada kelompok-kelompok masyarakat yang independent untuk menganalisa hasil putusan secara objektif.

"Yang independent, yang tidak tercemar dengan keberpihakan, atau menjadi kuasa hukum terselubung dari salah satu calon, baik calon 01 atau 02 untuk memberikan analisa eksaminasi yang objektif atas putusan tersebut," ungkap Teuku Nasrullah.

"Benar-benar oleh mereka-mereka yang punya jiwa kenegarawanan, bukan politisi dalam tanda kutip, kemudian benar-benar orang yang tidak berharap jabatan apapun tapi mereka berpikir untuk kepentingan bangsa dan negara," sambungnya.

Simak video selengkapnya mulai menit ke 5.27:

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved