Breaking News:

Pilpres 2019

Syamsuddin Haris Minta BPN Prabowo Tolak Tawaran Koalisi dengan TKN Jokowi: Betul-betul Tak Sehat

Pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris angkat bicara soal adanya kabar TKN Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menawarkan kubu oposisi untuk berkoalisi.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Rekarinta Vintoko
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris angkat bicara terkait adanya kabar Tim Kemenangan Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menawarkan pihak oposisi untuk berkoalisi.

Syamsuddin meminta supaya Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menolak tawaran tersebut.

Sebab jika BPN Prabowo-Sandi menerima tawaran koalisi, maka akan berpengaruh pada kepentingan rakyat.

Gerindra: Sangat Amat Logis kalau TKN Jokowi-Maruf Pertimbangkan Tawaran untuk Koalisi

"Sesuatu kekuatan oposisi yang signifikan, maka pemerintahan hasil pemilu itu diduga kuat akan transaksional," ujar Syamsuddin, seperti dikutip TribunWow.com dari Berita Satu, Selasa (25/6/2019).

"Nah dalam situasi demikian tidak ada lagi yang membela kepentingan publik, kepentingan rakyat."

"Oleh sebab itu kalau pun ada semacam ajakan pihak TKN Jokowi-Ma'ruf kepada BPN Prabowo-Sandi untuk ikut atau masuk dalam kabinet, saya berpendapat sebaiknya ditolak oleh BPN Prabowo-Sandi," sambungnya.

Ia menjelaskan, bahwa oposisi diperlukan dalam sistem pemerintahan demokrasi.

Sebab oposisi bisa berfungsi sebagai pengawas parlemen.

"Kenapa? Supaya ada kekuatan oposisi yang signifikan di parlemen kita," ungkap Syamsuddin.

"Itu akan jauh kebih menguntungkan bagi sistem politik kita ketimbang masuk semua ke dalam pemerintahan," imbuhnya.

Jelang Putusan MK, Refly Harun Nyatakan Harus Beri Imbauan ke Jokowi, Seharusnya 01 Bubarkan Ini

Selain itu, menurut Syamsuddin tawaran tersebut juga dinilai tidak sehat.

"Bagi saya ini situasi yang tidak sehat, betul-betul tidak sehat apabila semua partai politik atau oposisi diajak ke dalam pemerintahan," tegas Syamsuddin.

Simak videonya di sini.

Tanggapi Imbauan Prabowo Jelang Putusan Hasil Pilpres MK, Luhut: Kenapa Mesti Terus Berantem?

Sementara itu, kabar koalisi tersebut turut ditanggapi oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani.

Dikutip dari Kompas.com, hal itu disampaikan Arsul saat memberikan penilaian terhadap sikap Gerindra.

Halaman
12
Tags:
Syamsuddin HarisPrabowo SubiantoJoko Widodo (Jokowi)Pilpres 2019Arsul Sani
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved