Sidang Sengketa Pilpres 2019

TKN Jokowi-Ma'ruf Komentari Isu Ada Pengerahan Massa saat Putusan MK: Ada Upaya 'Menekan MK'

Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf, Usman Kansong komentari soal isu akan adanya pengerahan massa saat putusan sengketa pilpres diumumkan.

TKN Jokowi-Ma'ruf Komentari Isu Ada Pengerahan Massa saat Putusan MK: Ada Upaya 'Menekan MK'
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin bersama partai koalisi yang tergabung dalam Tim Kampanye Nasional (TKN). 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Usman Kansong memberikan komentar soal isu akan adanya pengerahan massa saat putusan sengketa hasil pilpres diumumkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Usman, isu yang berkembang merupakan bentuk upaya pihak tertentu untuk 'menekan MK'.

Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber acara 'Jurnal Pagi' Berita Satu, Senin (24/6/2019).

"Kalau ada pengerahan massa itu sebetulnya ada upaya 'menekan Mahkamah Konstitusi', ya kan begitu," jelas Usman.

"Kalau 'menekan Mahkamah Konstitusi' artinya ada kalau misalnya kita khawatir gitu kan, kalau ternyata keinginannya berbeda dengan yang terjadi maka dia akan terus melakukan hal-hal yang menyebabkan konflik terus terjadi, begitu," sambungnya.

TKN Jokowi Tanggapi Isu Ada Pengerahan Massa saat Putusan MK, Mengaku Salut dengan Sikap Prabowo

Usman menilai, isu pengerahan massa yang akan dilakukan pada 28 Juni 2019 bisa menghasilkan narasi-narasi negatif.

Untuk itu, pihaknya mengimbau supaya masyarakat tidak melakukan aksi turun ke jalanan saat MK mengumumkan hasil sengeketa gugatan pilpres.

"Nah pengerahan massa ini juga akan menghasilkan narasi ya kan, seperti itu," papar Usman.

"Karena itu kita mengimbau, misalnya yang sudah menyatakan akan ke MK itu perhimpunan alumni ya atau Persatuan Alumni (PA) 212."

"Bahkan mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva juga sudah mengimbau jangan ada pengerahan massa begitu lo, ya kan."

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved