Liga Indonesia
Djanur Tegaskan Tak akan Mundur dari Persebaya Surabaya, Bagaimana Reaksi Manajemen Bajul Ijo?
Djadjang Nurdjaman alias Djanur semakin santer didesak untuk mundur dari kursi jabatan pelatih.
Penulis: Mariah Gipty
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Persebaya Surabaya kembali memperoleh hasil kurang memuaskan.
Terbaru, mereka harus puas ditahan imbang 1-1 oleh Madura United pada leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia di kandang Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Rabu (19/6/2019).
Atas hasil tersebut, Djadjang Nurdjaman alias Djanur semakin santer didesak untuk mundur dari kursi jabatan pelatih.
Dilansir oleh Surya, Rabu (19/6/2019), Djanur justru menegaskan dirinya tak akan mundur.
Ia hanya akan mundur dari kursi pelatih jika diminta oleh pihak manajemen Persebaya Surabaya.
“Saya sepenuhnya, tergantung manajemen, ketika manajemen belum memecat saya, saya akan jalan terus. Silahkan tanya pada manajemen, kapan mau memecat saya, itu bentuk tanggung jawab saya,” ucap Djanur setelah laga.
• Sesalkan Laga Persebaya Vs Madura United Berakhir Ricuh, PSSI: Seharusnya Suporter Tak Melakukan Itu
Mantan pelatih Persib Bandung tersebut menegaskan, ia tak ingin mundur sebelum dipecat manajemen lantaran dirinya tak ingin menyerah begitu saja.
Djanur bertekad untuk memperbaiki sejumlah raihan buruk Persebaya Surabaya pada beberapa pertandingan terakhir.
“Kalau saya tidak dipecat, saya akan jalan terus, karena saya yakin dengan pemain ini untuk memperbaiki ke depan,” tandasnya.
Diketahui, setelah laga melawan Arema FC pada final Piala Presiden, Persebaya Surabaya sama sekali belum meraih kemenangan.
Bahkan, mereka kini harus berada di posisi ke-13 klasemen sementara Liga 1 dengan raihan dua poin.
Raihan dua poin itu akibat hasil dari satu kali kalah dan dua kali imbang.
• Hasil Laga Piala Indonesia Persebaya Vs Madura United, Bonek Nyalakan Flare dan Masuk Lapangan
Pada laga Persebaya Surabaya Vs Madura United, sempat terjadi kericuhan untuk menuntut kebangkitan Bajul Ijo.
Sejumlah supporter tuan rumah menyalakan flare dan beberapa lainnya merangsek masuk ke lapangan.
Hal itu membuat pertandingan harus dihentikan di menit tambahan waktu.