Sidang Sengketa Pilpres 2019

Pengamat Sebut Kubu Prabowo-Sandi Tak Konsisten: Permohonan 02 Minta MK Jadi Mahkamah Kalkulator

Ahli Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai tim hukum Prabowo-Sandi perlu menjawab semua inkonsistensi kubu 02 yang selama ini dipertanyakan masyarakat

Pengamat Sebut Kubu Prabowo-Sandi Tak Konsisten: Permohonan 02 Minta MK Jadi Mahkamah Kalkulator
Capture Youtube Talk Show tvOne
Ahli Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai tim hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno perlu menjawab semua inkonsistensi pihak 02 yang selama ini dipertanyakan masyarakat. 

TRIBUNWOW.COM - Ahli Hukum Tata Negara Feri Amsari menilai tim hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, perlu menjawab semua inkonsistensi pihak 02 yang selama ini dipertanyakan masyarakat.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Feri saat menjadi narasumber di acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Minggu (16/6/2019).

"Pemohon harus menjawab inkonsistensi yang selama ini dipertanyakan orang," kata Feri.

Soal Sidang Sengketa Pilpres, Fadli Zon: Hakim Bukan Seperti yang Dianggap Hakim Kalkulator

Satu yang menjadi sorotan, menurut Feri, adalah terkait pernyataan tim hukum Prabowo-Sandi bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) tidak boleh menjadi mahkamah kalkulator.

"Misalnya pemohon meyatakan bahwa Mahkamah tidak boleh menjadi mahkamah kalkulator, mahkamah harus fokus pada substansi proses penyelenggaran pemilu di mana terjadi kecurangan yang berbumbu TSM, terstruktur, sistematis, dan masif," ujar Feri.

"Lalu tiba-tiba dalam permohonan yang diperbaiki, itu masuk kedua-duanya."

"TSM-nya diceritakan, mahkamah kalkulatornya juga diceritakan. Bahkan diminta agar MK mau menjadi mahkamah kalkulator," imbuhnya.

Feri menjelaskan, dirinya bisa menyebutkan tim hukum 02 meminta MK jadi mahkamah kalkulator karena pihak 02 sendiri yang meminta agar suara kubu 01 harus dialihkan ke kubu 02 untuk dapat memenangkan pemilu.

Pengamat Nilai Gugatan 02 Tak Sinkron: Kalau KPU Bubar, Siapa yang Kerjakan Pemungutan Suara Ulang?

 

Ahli Hukum Tata Negara Feri Amsari memberikan komentarnya terkait isi permohonan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan kubu pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Ahli Hukum Tata Negara Feri Amsari memberikan komentarnya terkait isi permohonan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 yang diajukan kubu pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Capture Youtube Talk Show tvOne)

"Nah ini kan tidak konsisten dengan cerita awal bahwa tidak boleh menjadi mahkamah kalkulator," ungkap Feri.

"Kalau menjadi mahkamah kalkulator itu sama dengan menjadi pengikut rezim tertentu. Kan begitu."

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved