Terkini Nasional

Prihatin pada Demokrat karena Ferdinand hingga Andi Arief, Senior Demokrat Dorong AHY Jadi Ketum

Sejumlah senior Partai Demokrat mendorong SBY segera menunjuk sang putra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggantikannya sebagai Ketua Umum.

Prihatin pada Demokrat karena Ferdinand hingga Andi Arief, Senior Demokrat Dorong AHY Jadi Ketum
Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Komandan Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Kamis (2/5/2019) sore. 

TRIBUNWOW.COM - Sejumlah pendiri dan senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera menunjuk sang putra, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggantikannya sebagai Ketua Umum Demokrat selanjutnya melalui Kongres Luar Biasa (KLB).

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, para senior itu adalah Max Sopacua, Ahmad Mubarok, Ahmad Jaya, Ishak, dan sejumlah tokoh lain.

Dijelaskan Max dalam konferensi pers yang mereka buat, alasan para senior Demokrat meminta SBY menjadikan AHY Ketua Umum adalah karena keprihatinan mereka terhadap partai.

Senior Demokrat Minta Adakan KLB: Pak SBY Tinggal Minta AHY Pimpin Partai Ini

Diketahui, perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu legislatif 2019 memang anjlok dari 10,9 persen di tahun 2014 menjadi hanya 7,7 persen.

Karenanya, perlu ada introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk ini.

"Terkait kondisi ini, diperlukan adanya introspeksi dan evaluasi menyeluruh untuk kemudian bersama seluruh potensi dan kader guna membangkitkan semangat dan mengembalikan marwah serta kejayaan Partai Demokrat," kata Max di Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Tak hanya itu, Max juga membahas soal adanya sejumlah pengurus Demokrat di lingkaran SBY yang diketahui kerap menyampaikan pernyataan kontroversial.

Max menyebutkan, mereka adalah Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik, Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, serta Mantan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Menurut Max, ketiga tokoh tersebut kerap kali melontarkan pernyataan yang menimbulkan kegaduhan.

Bahkan, menurut Max, pernyataan tokoh-tokoh tersebut memiliki dampak buruk bagi Demokrat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved