Terkini Daerah

Kronologi Bentrokan Antar Warga Desa di Buton, Dimulai dari Konvoi Motor hingga Berujung Penyerangan

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membeberkan kronologi bentrokan antar warga desa di Buton, Sulawesi Tenggara.

Kronologi Bentrokan Antar Warga Desa di Buton, Dimulai dari Konvoi Motor hingga Berujung Penyerangan
KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE
Sekitar 56 rumah warga Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, dibakar sekelompok pemuda dari desa tetangganya, Desa Sampuabalo, Rabu (5/6/2019) sore. Belum diketahui penyebab pasti pemicu pertikaianyang melibatkan antar kelompok pemuda desa gunung jaya dengan pemuda desa sampuabalo. 

TRIBUNWOW.COM - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membeberkan kronologi bentrokan antar warga desa di Buton, Sulawesi Tenggara.

Dedi mengatakan masalah awalnya dimulai dari konvoi sepeda motor yang dilakukan oleh para pemuda Desa Sampoabalo melewati Desa Gunung Jaya, Selasa (4/6) sekira pukul 21.00 WIB.

"Hal itu membuat masyarakat disana resah, kemudian situasi tersebut ternyata sebagai salah satu pemicu," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2019).

Kapolda Sultra Beberkan Pemicu Pertikaian Antar Desa di Buton hingga 87 Rumah Warga Dibakar

Sehari berselang pasca konvoi motor, seorang pemuda dari Desa Sampoabalo akan melakukan silaturami ke rumah saudaranya dengan melewati Desa Gunung Jaya sekira pukul 13.00 WIB.

Namun, saat melewati desa itu, pemuda tersebut dipanah dengan busur dari besi oleh pemuda dari Desa Gunung Jaya.

Akibatnya, pemuda Sampoabulo terkena dan terluka di bagian dada sebelah kiri.

Kemudian melaporlah dirinya kepada masyarakat desanya yang kemudian melakukan penyerangan kepada Desa Gunung Jaya.

Sebanyak 100 lebih warga Desa Sampaobulo menyerang sekira pukul 14.00 WIB.

Penjelasan Kapolda Sultra soal Penyebab Pembakaran 87 Rumah Warga di Buton, Dipicu Salah Paham

Adapun 50 rumah di Desa Gunung Jaya dibakar beserta satu unit mobil dan satu unit sepeda motor.

"Aparat kepolisian dan TNI berusaha untuk meredam, melokalisir agar kejadian tersebut tidak meluas," ucap mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved