Kabar Tokoh
Mahfud MD: Tidak Ada Gunanya Bertengkar secara Politik, Semua akan Rugi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD kembali buka suara soal keadaan politik di tanah air.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Mahfud MD kembali buka suara soal keadaan politik di tanah air.
Mahfud MD menjelaskan, momen hari raya Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk seluruh lapisan masyarakat bersatu padu.
Menurutnya hal itu bisa menguatkan persatuan bangsa lantaran tensi politik saat ini dinilai belum juga reda.
• Rekonsiliasi Belum Terlaksana, Mahfud MD Bicarakan Dugaan Ada Pihak yang Ingin Selalu Ribut
Dilansir oleh TribunWow.com, Kamis (6/6/2019), hal itu dikemukakan Mahfud MD saat menjadi narasumber acara 'Sapa Indonesia Malam' di Kompas TV.
"Kalau mau Idul Fitri Indonesia kembali ke asal jadian Indonesia, maka kebersatuan itulah yang harus kita sekarang kuatkan bersama-sama, lalu maju bersama-sama," ujar Mahfud MD.
Terkait itu, dirinya menyatakan jika ada pertengkaran dalam berpolitik, maka hal tersebut justru bisa membuat kerugian.
"Enggak ada gunanya bertengkar secara politik," jelas Mahfud MD.
"Semuanya akan rugi," sambungnya.
• Komentar Mahfud MD soal Rekonsiliasi, Singgung Ada Pihak yang Keras Kepala Tak Punya Kepekaan Nurani
Untuk itu menurut Mahfud MD, jika semua lapisan masyarakat bisa bersatu maka bangsa akan mendapat keuntungan dari persatuan yang dibangun.
"Tetapi kalau bersatu semuanya pelan-pelan akan mendapat keuntungan dari kebersatuan ini," tandasnya.
Simak videonya dari menit 9.00:
Di kesempatan yang sama, Mahfud MD sebelumnya juga menanggapi soal suhu politik pascapemilu 2019.
Mahfud MD menjelaskan bahwa suhu politik yang memanas saat ini sudah mulai digembosi untuk menstabilkan kondisi bangsa.
• Belajar dari Facebook, Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Tak Terlibat Terorisme, Ini Motivasinya
Hal itu dikatakan Mahfud MD dalam menanggapi situasi politik saat hari raya Idul Fitri.
"Khusus untuk Indonesia misalnya sekarang ini, kita kan baru melewati suasana politik yang panas ya," jelas Mahfud MD.
"Ya kita sudah mau mulai menggembosi selama bulan ramadan, itu sudah jauh berkurang pada sebelum ramadan," sambungnya.
Ia berharap pada momen ini suhu panas politik bisa terus berangsur turun.
• Reaksi Sandiaga Uno saat Disinggung soal Isu akan Adanya Kerusuhan Lebih Besar di Ujung Keputusan MK
Menurutnya, hal itu harus terus dilakukan dengan mekanisme yang tersedia.
"Mudah-mudahan hari raya Idul Fitri ini memperkecil suhu politik yang tadi panas jadi berkurang-berkurang, sekarang mudah-mudahan berkurang lagi," jelas Mahfud MD.
"Sehingga sisa-sisa panas itu, harus terus didinginkan dengan mekanisme yang tersedia, kalau memang masih tersedia," sambungnya disusul sedikit tawa.
Mahfud MD kembali menyatakan bahwa dalam momen Idul fitri, suhu perpolitikan juga diharapkan bisa menurun.
"Nah itu namanya Idul Fitri," ungkap Mahfud MD.
"Jadi Idul Fitri itu tidak harus diartikan semata-mata sebagai ibadah ritual ya atau ritual budaya, tetapi juga bisa ritual politik," tandasnya.
(TribunWow.com/Atri)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mahfud-md-ok-1.jpg)