Breaking News:

Terkini Internasional

Gadis Remaja Korban Pemerkosaan Meninggal Dunia setelah Berjuang Bertahun-tahun hingga Menulis Buku

Seorang remaja yang mengalami trauma akibat pemerkosaan dan pelecehan seksual di masa kecil, meninggal dunia setelah menolak untuk makan dan minum

Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Claudia Noventa
Supplied via news.com.au
Noa Pothoven (17) mengalami trauma mendalam akibat pemerkosaan dan pelecehan seksual di masa kecil, meninggal dunia di rumahnya setelah menolak untuk makan dan minum. 

TRIBUNWOW.COM - Seorang remaja asal Belanda yang mengalami trauma mendalam akibat pemerkosaan dan pelecehan seksual di masa kecil, meninggal dunia di rumahnya setelah menolak untuk makan dan minum.

Gadis bernama Noa Pothoven (17) ini meninggal pada hari Minggu (2/6/2019) lalu, seperti dikutip TribunWow dari laman NDTV, Kamis (6/6/2019).

Noa Pothoven menjadi terkenal setelah menulis buku tentang pertempuran panjangnya dengan anoreksia, depresi, dan gangguan stres pasca-trauma yang dialaminya sendiri akibat pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Sebelum meninggal, Pothoven mengatakan dalam postingan Instagram terakhirnya bahwa dia telah "kehilangan keinginan untuk berjuang".

Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Beli Komponen Bom Menggunakan Uang dari Orangtuanya

Sempat diberitakan bahwa Pothoven sengaja meminta untuk eutanasia (disuntik mati) namun keluarga tak melakukannya.

"Kami menghubungi keluarganya yang telah memberi tahu kami rupanya berbeda dengan laporan media, dia tidak menjalani eutanasia," kata Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge dalam sebuah pernyataan, Rabu (5/6/2019).

Kabar kematiannya mulai diberitakan media Belanda pada Senin (3/6/2019).

Noa Pothoven (17) ini meninggal pada hari Minggu (2/6/2019) lalu
Noa Pothoven (17) ini meninggal pada hari Minggu (2/6/2019) lalu (Supplied via news.com.au)

Narasi yang beredar, dia menghubungi Levenseindekliniek di Den Haag yang dikenal khusus melakukan eutanasia.

Di klinik itu, Noa sempat meminta kemungkinan melakukan eutanasia.

Namun permintaannya ditolak hingga media internasional melaporkan dia sudah dieutanasia.

Rakit Bom, Pelaku Bom Bunuh Diri di Kartasura Sering Minta Uang dengan Alasan Beli Alat Elektronik

"Keluarga sekarang harus diberi ruang karena mereka berduka, semoga Noa meninggal dalam damai," kata Jonge lagi.

Bahkan, berita palsu menjadi berita highlight di Italia dan juga viral di Polandia.

Menteri Kesehatan Belanda mengatakan bahwa dia telah meminta Inspektorat Perawatan Kesehatan dan Pemuda Belanda untuk "menyelidiki" kasus ini.

"Pertanyaan tentang kematiannya dan perawatan yang diterimanya dapat dimengerti, tetapi hanya bisa dijawab begitu fakta telah ditemukan," lanjutnya.

Levenseindekliniek juga merilis pernyataan yang mengungkapkan adanya liputan media palsu.

Halaman
12
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved