Kabar Tokoh
Bertemu, 'Jokowi' dan 'Prabowo Subianto' Saling Bersuapan
Harapan warga saat Jokowi dan Prabowo bisa bertemu setelah momen pemilihan presiden 2019.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Proses rekonsiliasi antara kedua calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto banyak dinantikan semua pihak.
Baik para tokoh maupun warga banyak yang ingin melihat Jokowi dan Prabowo bertemu.
Sementara diketahui, selepas pemilihan presiden (Pilpres) 2019, hingga momen lebaran, keduanya tak kunjung bertemu, Kamis (6/6/2019).
Namun, ada momen menarik saat 'Jokowi' dan 'Prabowo' bertemu di Kota Solo.
Dilansir oleh Kompas Tv, para warga yang menginginkan proses rekonsialiasi keduanya berinisiatif untuk mempertemukan, Kamis (6/6/2019).
• Bicara Kapan Kedua Capres Bertemu, BPN Singgung Langkah Prabowo Beri Selamat Jokowi di Pilpres 2014
Para warga Solo tersebut menggunakan topeng berwajah Jokowi dan Prabowo sebagai pengharapan mereka.
Orang yang memakai topeng wajah Jokowi dan Prabowo pun bergandengan tangan melintasi jalan raya di kota Solo.
Tak hanya itu, mereka juga saling bersuapan sebagai simbol membaiknya hubungan antara capres tersebut.
Warga berharap momen yang mereka adakan itu menjadi kenyataan agar Indonesia lebih baik.
"Kami mewakili atau merasa mewakili masyarakat Indonesia atau khususnya Solo mengharapkan kedua tokoh nasional ini untuk bertemu kemudian bersama-sama membangun Indonesia yang penuh makmur, gitu saja," ujar Partika Subagyo warga yang turut dalam acara tersebut.
• Unggah Foto Pertemuan Prabowo, Titiek Soeharto, dan Anak Mereka, Tutut Soeharto Sampaikan Doa
Tak hanya Jokowi dan Prabowo, dua warga lainnya juga menggunakan topeng calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno.
Keempat tokoh tersebut juga saling bergandengan tangan.
Diketahui, tak hanya warga, para tokoh juga mendorong adanya rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo.
Satu di antaranya adalah mantan Ketua Mahkamah Kosntitusi Mahfud MD.
Harapan itu disampaikan Mahfud MD melalui acara 'Sapa Indonesia Malam' di Kompas TV, dikutip TribunWow.com pada Kamis (6/6/2019).
Mulanya pembawa acara menjelaskan soal momen hari raya Idul Fitri bisa menjadi momen yang tepat kedua kubu untuk melakukan rekonsiliasi.
"Jadi semacam istilahnya kebetulan ada hari raya Idul Fitri, kemudian ada baju pesta demokrasi yang selang beberapa bulan ini menguras energi kita semua dan semacam memisahkan, ada yang pilih presiden dan calon wakil presiden ini, ini menjadi momen untuk menyatukan, rekonsiliasi," ujar pembawa acara.
• Soal Pertemuan AHY, Ibas dan Jokowi, Pengamat Politik: Sepertinya Sudah Mulai Akrab dengan Kubu 01
Dengan tegas Mahfud MD menyatakan hal yang sama.
Menurut Mahfud MD, momen ini merupakan waktu yang tepat dilakukan pertemuan antara kedua capres untuk menurunkan tensi politik pasca-pilpres.
"Menjadi momen untuk kembali bersatu, untuk rekonsiliasi bagi mereka yang punya kepekaan nurani tentu saja," jelas Mahfud MD.
"Karena sebenarnya kan keributan itu sangat masif, sesudah ada ramadan karena kepekaan nurani turun, sesudah Idul Fitri turun," sambungnya.
Namun demikian, ia kemudian menyinggung ada pihak yang dinilai keras kepala tak ingin merayakan Idul Fitri untuk menurunkan suhu politik.
"Nah yang masih keras-keras kepala mau bertengkar ini enggak punya kepekaan nurani dia, enggak mau ber-Idul Fitri sebenarnya," ungkap Mahfud MD.
• Jawaban Sandiaga Uno saat Disinggung soal Rumor akan Masuk Kabinet Jokowi: Dunia Politik Itu Dinamis
Terkait itu, menurutnya dalam hidup bernegara harus selalu menerima perbedaan dan bisa hidup bersama berdampingan.
Hal itu disampaikannya termasuk berbeda soal pilihan politik hingga berbeda soal kepercayaan.
Untuk itu, momen Idul Fitri ini dinilai termasuk momen yang tepat untuk membangun kebersamaan.
"Karena apa sih kita hidup bernegara, bernegara itu artinya hidup bersama, hidup bersama itu hidup dalam perbedaan," tutur Mahfud MD.
"Karena perbedaan itu adalah ciptaan Tuhan juga."
"Oleh sebab itu kita juga harus siap berbeda pilihan, berbeda aliran pemahaman, bahkan berbeda agama iya kan."
"Ini dipersatukan oleh Tuhan di dalam negara yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia,"
"Nah di sinilah mari kita membangun kebersamaan itu mumpung Idul Fitri," tandasnya.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Atri)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jokowi-prabowo-nyoblos.jpg)