Breaking News:

Kabar Tokoh

Soal Pertemuan AHY, Ibas dan Jokowi, Pengamat Politik: Sepertinya Sudah Mulai Akrab dengan Kubu 01

Analis Komunikasi dan Marketing Politik UGM, Nyarwi Ahmad menilai soal pertemuan AHY dan Ibas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tayang:
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Capture YouTube Official iNews
Analis Komunikasi dan Marketing Politik UGM, Nyarwi Ahmad memberikan pendapatnya soal pertemuan anak-anak presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNWOW.COM - Analis Komunikasi dan Marketing Politik UGM, Nyarwi Ahmad memberikan pendapatnya soal pertemuan anak-anak presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Nyarwi Ahmad seperti dalam siaran di saluran YouTube Official iNews, Kamis (6/6/2019).

Sebagaimana diketahui, di hari pertama lebaran Idulfitri 2019, AHY dan Ibas datang ke istana negara dan bersilaturahmi dengan Jokowi dan keluarga.

Dalam pemaparannya itu, Nyarwi Ahmad menilai soal adanya dinamika politik yang sudah mulai cair dalam pertemuan tersebut.

"Saya melihat ada semacam dinamika politik yang sudah mulai cair pasca pilpres, diumunkan KPU, khususnya beberapa minggu kemarin," kata Nyarwi Ahmad.

Nyarwi Ahmad menjelaskan, sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa Partai Demokrat, merupakan partai yang tergabung di Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Meskipun ada 1-2 elite atau jubir Demokrat yang menyatakan tidak lagi bekerja atas nama BPN tetapi belum ada pernyataan resmi bahwa demokrat keluar dari BPN," kata Nyarwi Ahmad.

Meski demikian, disebutkannya bahwa AHY menjadi satu elite kunci Demokrat.

"Dengan merapatnya AHY (ke kubu 01), saya lihat seperti ada semacam kecenderungan sepertinya sudah mulai akrab dengan kubu 01, atau elite-elite kunci yang jadi penentu," ungkap SBY.

Meski demikian, Nyarwi Ahmad menilai, kabar ini bukanlah hal baru mengingat historis Demokrat sebelum-sebelumnya.

"Karena kalau kita lihat seperti historisnya, dinamika demokrat waktu terjaid koalisi pilpres di awal, itu kan juga kita bisa melihatnya Demokrat seperti ditinggalkan begitu saja dalam proses penyusunan capres cawapres," kata Nyarwi Ahmad.

"Dan itu dianggap kurang penyolidan dalam koalisi. Meskipun beberapa sudah dibantah, tapi ya seperti itu faktanya."

Nyarwi Ahmad lantas menilai, koalisi itu sendiri seolah dibuat hanya untuk jangka pendek.

"Maka pascapilpres bisa terus bergeser (koalisi). Nah pergeserannya ini yang perlu kita lihat apakah benar-benar nanti akan mendekat ke 01 100 persen?" ungkap dia.

Nyari Ahmad menjelaskan, intensitas yang terjadi dalam pertemuan antara anak-anak SBY dan Jokowi ini bisa dievaluasi.

"Meski ini terlihat seperti relasi yang sifatnya manusiawi ya, tapi karena politisi, kita tidak bisa melepaskannya," tegas dia.

Simak voidenya:

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY

Tags:
Joko Widodo (Jokowi)Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas)Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved