Ramadan dan Idul Fitri
Ganjar Terkejut Lihat Penurunan Penumpang karena Mahalnya Tiket Pesawat, Lion Air Beri Tanggapan
Lion Air Semarang mengatakan harga tiket yang ditetapkan Lion Air masih mengikuti aturan penentuan Tarif Batas Atas (TBA) dari Kemenhub
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
TRIBUNWOW.COM - Chief Station Handling Lion Air Semarang, Arie Setiarto mengatakan harga tiket yang ditetapkan Lion Air masih mengikuti aturan penentuan Tarif Batas Atas (TBA) dari Kementerian Perhubungan.
Hal ini dipaparkan Arie setelah Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, terkejut melihat data penurunan penumpang yang drastis di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jumat (31/5/2019).
Arie membantah adanya penentuan tarif pesawat yang dianggap mahal oleh sejumlah penumpang untuk Lion Air.
Pasalnya, setelah Kemenhub menentukan ulang TBA jasa layanan pesawat Mei lalu, Arie menjelaskan tarif pesawat Lion Air untuk tujuan Semarang-Jakarta berkisar Rp 700 ribu ke bawah.
"Tidak bisa disamakan dengan dulu waktu di Bandara lama.
Dulu, TBB dari Kemenhub masih Rp 400 ribu ke bawah.
Dulunya, kita menentukan tarif sekitar Rp 267 ribu, Rp 293 ribu.
Kalau sekarang penentuan TBB Kemenhub sudah Rp 500 ribu.
Eranya memang sudah berbeda," terang Arie kepada Tribunjateng.com, Senin (3/6/2019).
• Faktor Mahalnya Harga Tiket Pesawat, Pemudik Pilih Gunakan Kendaraan Pribadi
Lanjutnya, saat TBB masih di bawah Rp 400 ribu, pengguna layanan kereta api pindah ke pesawat.
Lalu, saat ini TBB Rp 500 ribu, pengguna layanan kereta api kembali lagi menggunakan layanan kereta api.
Selain itu, adanya tol Trans-Jawa mempengaruhi perubahan gerak pemudik. Mungkin, lanjut Arie, ada juga pemudik yang ingin merasakan jalur tol baru.
"Bandara yang sekarang ukurannya 8 kali lebih besar dibanding bandara lama.
Sesuai jumlah banyak, akan tetapi akan terlihat sepi.
Saya kalau datang penumpang saya selalu penuh," terangnya.