Kabar Tokoh
Tanggapi Isu akan Adanya Kerusuhan Lebih Besar, Menhan Singgung Pihak yang Merasa Tidak Puas
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu memberikan tanggapan soal isu akan adanya kerusuhan yang lebih besar pasca Aksi 22 Mei.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu memberikan tanggapan soal isu akan adanya kerusuhan yang lebih besar pasca Aksi 22 Mei.
Ryamizard mengungkapkan bahwa isu kerusuhan tersebut dikatakan akan terjadi pada bulan Juni 2019.
Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan Ryamizard dalam tayangan Lintas iNews Malam, Jumat (31/5/2019).
" (Ada yang mengatakan) Akan ada kerusuhan lagi nanti Juni," ujar Ryamizard.
"Akan lebih besar dari yang kemarin," sambungnya.
• Sebut Ada 75 Ribu Kecurangan, BPN Prabowo-Sandi: Walaupun Dicurangi Kita Tetap Menang
Ia menilai bahwa isu yang ada tak sepantasnya disebar kepada publik.
Kendati demikian, Ryamizard tetap mengajak publik untuk tetap mengantisipasi dan waspada.
Terkait isu tersebut, kemudian dirinya menyinggung soal adanya pihak yang merasa tidak puas pascapemilu 2019.
"Saya rasa itu pernyataan yang kurang benar, kurang baik," jelas Ryamizard.
"Mari kita antisipasi."
"Saya mengajak semua pihak, terutama yang tidak puas untuk tidak melakukan apa-apa," tandasnya.
• Soal Aksi 22 Mei, Titiek Soeharto Mengaku Tahu Siapa Pihak yang Menyuruh Aktivis 98 Laporkan Dirinya
Simak videonya di sini
Selain itu, Ryamizard juga memberikan peringatan agar tak ada lagi keributan pasca-pemilu 2019.
Dikutip TribunWow.com dari saluran YouTube tvOne, Kamis (30/5/2019), Ryamizard mulanya meminta publik dan elite politik tak terpecah dalam kubu 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Mengingat kontestasi pilpres telah usai.