Pilpres 2019

Mahfud MD Sebut Peluang Menang Prabowo-Sandi Sama Besar dengan Peluang yang Dimiliki Jokowi-Ma'ruf

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, Prabowo-Sandiaga memiliki peluang menang yang sama dengan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Mahfud MD Sebut Peluang Menang Prabowo-Sandi Sama Besar dengan Peluang yang Dimiliki Jokowi-Ma'ruf
instagram @mohmahfudmd
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai, pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki peluang menang yang sama dengan pasangan calon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, karena telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Mahfud MD melalui sambungan telepon di program Editorial Media Indonesia, Sabtu (25/5/2019), seperti dalam saluran YouTube metrotvnews.

PENCABUTAN NO URUT - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin  serta Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden  Prabowo Subianto  dan Sandiaga Uno ketika pencabutan nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng,   Jakarta Pusat, Jumat (21/9).  Jokow-Ma'aruf Amin mendapat No 01, sementara Prabowo-Sandi  No 02.
PENCABUTAN NO URUT - Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno ketika pencabutan nomor urut Capres dan Cawapres Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (21/9). Jokow-Ma'aruf Amin mendapat No 01, sementara Prabowo-Sandi No 02. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Pengamat Ungkap 3 Alasan Kubu Prabowo Memutuskan Gugat Hasil Pilpres setelah Sebut MK Tak Berguna

Pemaparannya itu berawal dari pertanyaan pembawa acara MetroTV yang menanyakan soal apa saja yang harus dibuktikan oleh kubu Prabowo-Sandiaga untuk pada memenangkan gugatannya di MK.

Menjawab hal tersebut, Mahfud MD menjelaskan, ada dua hal yang harus dilakukan.

"Satu, kalau itu menyangkut kesalahan perhitungan, kesalahan input, atau ketidaksetujuan atas hasil perhitungan harus menunjukkan di mana dan di tempat mana perhitungan itu salah," jelas Mahfud MD.

"Lalu, di tunjukkan kebenarannya dengan form," smabung dia.

Mahfud menjelaskan, jika hal tersebut terbukti, maka nantinya MK kemungkinan akan membuat putusan berupa mengubah hasil suara.

"Suara paslon yang 1 yang semula 5 juta turun menjadi 4,5 juta. Yang paslon satunya naik menjadi sekian. Itu bisa, sudah biasa di putusan MK," ujar Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan hal kedua yang perlu untuk dilakukan, yaitu terkait kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"kalau ada kecurangan yang sifatnya terstruktur, sistematis, masif, itu tidak perlu pembuktian angka," kata Mahfud.

"Itu pembuktian kelakuan kecurangan terstruktur saja."

"Misalnya seorang camat atau seorang bupati melakukan kecurangan, itu dibuktikan saja di kabupaten mana, caranya bagaimana, saksinya siapa, bukti lainnya apa."

"Kalau nanti itu meyakinankan, maka di tempat yang bersangkutan bisa dinyatakan batal," ungkap Mahfud.

Setelah Sempat Dibatasi, Kominfo Umumkan Akses Internet Sudah Kembali Lancar Mulai Hari Ini

Dijelaskannya, yang dimaksud dengan batal ini bisa berarti sejumlah hal, mulai dari suara hangus, hingga menghitungan ulang.

"Batal itu putusannya bisa suaranya di anggap hangus, bisa suaranya dipindahkan ke paslon satunya, bisa diminta pencoblosan suara ulang, bisa juga penghitungan ulang, meneliti dokumen-dokumen yang ada. Jadi itu sangat mungkin," papar dia.

Mahfud mengaku, dirinya tidak pernah melihat bukti-bukti apa saja yang dimiliki kubu Prabowo-Sandi.

Namun, terang Mahfud, BPN masih memiliki kemungkinan untuk menang perkara.

"Saya tidak pernah melihat bukti-buktinya. Tetapi itu memang kemungkinannya fifty-fifty," jelas Mahfud.

"Artinya, peluang itu terbuka sama untuk menang bagi Pak Prabowo, terbuka sama untuk menang bagi Pak Jokowi dengan kesempatan separuh-separuh."

"Tergantung pada bukti yang bisa ditunjukkan nanti di depan sidang itu," tandasnya.

Simak video selengkapnya mulai menit ke 0.45:

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Mohamad Yoenus
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved