Pemilu 2019

Beredar Video Terduga Teroris Ancam Lakukan Serangan Bom 22 Mei, Anggap Momen yang Pas

Video ancaman dari seorang terduga teroris ramai di media sosial. Dalam video itu pelaku mengancam akan meledakkan bom saat 22 Mei 2019.

Beredar Video Terduga Teroris Ancam Lakukan Serangan Bom 22 Mei, Anggap Momen yang Pas
Akun Facebook Muhammad Guntur Romli
Beredar video terduga teroris ancam lakukan serangan bom pada 22 Mei 2019 mendatang 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah video ancaman dari seorang terduga teroris beredar di media sosial.

Dalam video tersebut, pelaku mengaku akan melakukan serangan bom pada 22 Mei 2019 bersamaan dengan penetapan pemenang Pilpres 2019.

Video ancaman terduga teroris tersebut juga turut diunggah oleh akun Facebook Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Muhammad Guntur Romli, Jumat (17/5/2019).

Dalam unggahannya, tampak seorang pria dengan sebagian mata disensor menjelaskan bahwa ia akan melakukan aksi pengeboman.

Tanggal tersebut dipilih lantaran dianggap momen yang pas di mana bertepatan dengan pesat demokrasi keputusan hasil suara Pilpres.

Berikut isi video ancaman tersebut:

"Nama saya DY alias Jundi alias Bondan, saya memimpin beberapa ikhwan untuk melakukan amaliyah pada 22 Mei dengan menggunakan bom yang sudah saya rangkai dan menggunakan remote control,

"Yang mana pada tanggal tersebut sudah kita ketahui bahwa di situ akan ada kerumunan massa yang merupakan event yang bagus untuk saya untuk melakukan amaliyah, karena di situ memang merupakan pesta demokrasi yang menurut keyakinan saya adalah sirik akbar yang membatalkan ke-Islaman. Yang termasuk barokah melepas diri saya dari kesyirikan tesebut,"

Isi Wasiat Rakyat oleh BPN setelah Prabowo Ungkap akan Umumkan Tanggal 22 Mei

Beredar video ancaman dari terduga teroris pada hari keputusan suara Pemilu 22 Mei 2019
Beredar video ancaman dari terduga teroris pada hari keputusan suara Pemilu 22 Mei 2019 (Akun Facebook Muhammad Guntur Romli)

Tak hanya diunggah oleh beberapa akun Facebook, video ancaman terduga teroris itu juga turut dibeberkan oleh Polri saat melakukan konferensi pers terkait pengungkapan jaringan teroris, Jumat (17/5/2019).

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Divisi Polri M.Iqbal menegaskan bahwa terduga pelaku adalah bagian dari kelompok Jamaah Ansaharut Daulah (JAD).

Imigrasi Sebut Prabowo ke Brunei Gunakan Pesawat Pribadi, Jubir BPN: Itu Agenda Internal

Terduga Teroris Langsung Ditangkap

Dikutip dari TribunJakarta.com, terduga teroris Dede Yusuf alias Bondan (32) diamankan Tim Densus 88 di Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (14/5/2019) lalu.

Terduga pelaku ditangkap saat hendak membeli pulsa bersama anak dan juga istrinya.

Setelah diamankan, petugas langsung membawa terduga pelaku ke Markas Brimob Kediri.

Dikutip dari WartaKota.com, selama bulan Mei, Polri bersama Densus 88 telah mengamankan 29 terduga teroris mendekati hasil pengumuman Pemilu 2019.

29 orang tersebut 18 di antaranya ditangkap di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung di Sulawesi Selatan.

Sementara 11 orang lainnya ditangkap di Pulau Jawa yang semuanya adalah anggota JAD.

Debut di PSIS Semarang, Mantan Pemain Persija Silvio Escobar: Alhamdulillah Baik, tapi Sedih

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal ((Warta Kota/Budi Sam Law Malau))

Polisi Imbau Massa Tak Lakukan Aksi 22 Mei

Dikutip dari WartaKota.com, Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal mengimbau agar masyarakat tak turun dan melakukan aksi pada 22 Mei 2019 mendatang.

"Pada tanggal 22 Mei, masyarakat kami himbau tidak turun (ke jalan), ini akan membahayakan," ujar M. Iqbal Jumat (17/5/2019).

Bukan tanpa alasan, larangan tersebut muncul untuk menghindari ancaman teror bom dari teroris yang diketahui akan melakukan aksi amaliyah pada 22 Mei mendatang.

"Karena mereka (para terduga teroris) akan menyerang semua massa, termasuk aparat," kata M. Iqbal.

Terkait video ancaman dari beberapa terduga teroris, M. Iqbal tetap meminta masyarakat untuk tenang.

Densus 88 sudah diturunkan untuk melakukan antisipasi dan juga sudah melakukan penangkapan sebelum aksi dilakukan.

"Densus 88 tentu sudah memiliki strategi untuk itu semua sehingga alhamdullilah beberapa hari lalu kita dapat melakukan upaya paksa kepolisian yaitu penangkapan terhadap kelompok ini. Kita tidak ingin ini terjadi, kita tidak ingin ini terjadi, sekali lagi, di kerumunan massa," pungkasnya.

WOW TODAY:

(TribunWow.com)

Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved