Breaking News:

Pemilu 2019

Tangkap 9 Teroris, Polisi Sebut akan Beraksi di Kerumunan Massa saat KPU Umuman Hasil Pemilu 22 Mei

Polisi menangkap sejumlah teroris yang disebut bakal melancarkan aksi saat KPU umumkan hasil perhitungan suara 22 Mei.

Editor: Mohamad Yoenus
SURYA/FATKUL ALAMY/ Tribunnews.com
ILUSTRASI - Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris di Surabaya, beberapa waktu lalu. 

Kedutaan AS meminta agar kawasan yang dipakai untuk demonstrasi atau berkumpulnya kerumunan dalam skala besar untuk dihindari.

'Manfaatkan momen'

Juru bicara Mabes Polri, Iqbal, mengatakan "pelaku tindak pidana terorisme betul-betul memanfaatkan momentum pesta demokrasi".

Dia memutar video yang diklaim sebagai pengakuan tersangka.

Dalam video itu seorang pria mengatakan dirinya "merencanakan amaliah jihad pada 22 Mei pada saat pengumuman penghitungan suara pemilu dengan cara melemparkan bom di kerumunan massa".

Rekapitulasi KPU di DKI Jakarta Rampung, Jokowi-Maruf Menang di Ibu Kota

Pria itu menyebut "pemilu merupakan kesyirikan, mulai dari penyelenggara hingga peserta pemilu."

Pria tersebut, menurut M Iqbal, adalah seorang tersangka teroris.

Karenanya, dia mengimbau agar massa tidak berkumpul saat KPU mengumumkan hasil penghitungan suara Pemilu 2019.

Publik diminta waspada

Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh Aceh, Al Chaidar mengungkapkan bahwa kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan, karena upaya penangkapan yang dilakukan polisi sejauh ini mencakup orang-orang yang berada di dalam struktur JAD.

"Kita belum bisa mengetahui siapa yang lone wolf dan orang-orang yang berada di luar struktur organisasi yang menggunakan metoda telekomunikasi lainnya yang tidak terdeteksi polisi," imbuh Al Chaidar.

Menurut Al Chaidar, mereka yang belum terdeteksi oleh polisi menggunakan jaringan telekomunikasi selain whatsapp dan telegram.

"Mereka bisa berkomunikasi lewat game online, mereka berkomunikasi antara satu sama lainnya," kata Al Chaidar. (BBC Indonesia)

Sumber: BBC Indonesia
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved