Breaking News:

Pemilu 2019

Minta Maaf ke Bima Arya, Ganjar Pranowo Bocorkan Isi Forum Bogor: Kita Terpaksa Bicara di Forum Ini

Diketahui Forum Bogor diikuti tokoh politik dan 8 kepala daerah, tokoh-tokoh tersebut diketahui memiliki perbedaan haluan politik saat pemilu.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Lailatun Niqmah
KOMPAS.COM/NAZAR NURDIN
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. 

TRIBUNWOW.COM - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membeberkan isi pembicaraan 'Forum Bogor', yang digelar di Balai Kirti, Kompleks Istana Presiden Bogor, Rabu (15/5/2019) sore.

Diketahui Forum Bogor diikuti tokoh politik dan 8 kepala daerah yang diinisiasi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Dikutip TribunWow.com dari program Apa Kabar Indonesia Malam, saluran Youtube Talkshow tvOne, Kamis (16/5/2019).

Ganjar mulanya menuturkan agenda tersebut bertujuan untuk mendinginkan situasi pascapemilu.

"Kita berteman sudah lama, kemudian kita ngobrol, kita menyikapi situasi yang seperti ini, dan kita ingin mendinginkan situasi, tidak ada cerita condong-condongan itu enggak ada," ujar Ganjar yang diwawancarai via telewicara.

"Makanya yang hadir adalah kemarin yang berkelompok di sana-sini begitu."

Ia lantas meminta maaf kepada Bima Arya yang juga menjadi narasumber, karena terpaksa membicarakan isi forum.

Prabowo Enggan Laporkan Dugaan Kecurangan ke MK, PAN: Itu Tidak Bertanggungjawab

Ganjar mengatakan hal itu agar tidak mengundang kecurigaan.

"Agendanya macam-macam kok, mohon maaf Kang Bima ya kalau kita terpaksa bicara di forum ini, agar tidak ada yang curiga," tuturnya.

"Kita bicara apakah yang selama ini pemilu berjalan sudah oke? Bagaimana agar tidak ada korban."

Selain itu juga membahas mengenai bantuan yang diberikan kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

AHY, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo hingga Yenny Wahid Bersatu di Forum Bogor, Ada Apa?

"Daerah-daerah mana yang juga sudah memberikan bantuan kepada KPPS-KPPS yang meninggal. Kan kita ini aware saja kita munculkan bangsa ini harus seprti apa."

Tak sampai di situ, ada pula rencana untuk berkeliling Indonesia untuk mengajak mendinginkan situasi.

"Siapa lagi yang harus kita ajak terlibat, bahkan idenya kita mau keliling tempat-tempat di Indonesia kemudian, kalo enggak kita siap kok untuk sowan pada sesepuh-seseuh kita, pada elit-elit politik yang ada di jakarta yang hari ini suasananya panas, kita kepingin dateng sowan," ujar Ganjar.

Prabowo Effect Disebut Bikin 22 Caleg Artis di Sumber Gagal Dapat Kursi Pemilu 2019, Siapa Saja?

Ganjar lantas juga mengatakan Forum Bogor juga akan tetap bekerja jika ajakan mereka tidak diterima dengan baik.

"Sebenarnya Mbak, niat baik ini pun nanti diterima tidak baik, kami akan tetap bekerja."

"Kita orang yang ingin mendinginkan situasi karena pemilu sudah usai," pungkasnya.

Lihat Videonya di Menit ke 4.33:

Diberitakan sebelumnya, tokoh politik dan 8 kepala daerah yang berkumpul adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkilfimansyah, dan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah.

Kemudian, ada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Adapun, tokoh politik yang hadir, yakni Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan putri Presiden ke-4 RI Abdurrachman Wahid, Zannuba Arrifah Chafsoh alias Yenny Wahid.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (16/5/2019), AHY mengatakan, ia dan kesembilan tokoh lainnya melihat, pasca-pemilu, perselisihan di masyarakat semakin kuat.

Tanggapan Sri Mulyani soal Ancaman Tolak Bayar Pajak Waketum Gerindra Arief Poyuono

Seharusnya, yang terjadi adalah kembali merajut persatuan dan persaudaraan.

"Benih-benih perselisihan tetap tersemai dan ini tak kami harapkan. Karena bagaimana pun kita semua ingin Indonesia tetap utuh," ujar AHY saat dijumpai seusai acara silaturahim tersebut.

Bima Arya menambahkan, pertemuan tokoh lintas elemen atau yang disepakati bernama " Forum Bogor" akan menjadi teladan bagi masyarakat untuk kembali mengedepankan cara-cara musyawarah dan konstitusional.

"Semangat kita sama, bagaimana agar seluruh proses kita hormati. Kita berikan tempat bagi koridor hukum untuk membangun komunikasi satu sama lain. Semua kita ini dipersatukan untuk keinginan Indonesia damai," ujar Bima.

"Kami menyepakati di hari-hari menjelang 22 Mei nanti, terus mengokohkan kebersamaan. Meminimalisir ruang-ruang terjadinya perpecahan. Kami hormat keputusan pada tanggal 22 Mei nanti," lanjut dia.

(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah)

WOW TODAY:

Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved