Breaking News:

Kabar Tokoh

Haris Azhar: Wiranto Mau Pasang Badan, Membuktikan Kontribusi ke Jokowi Buat Periode Kedua

Haris Azhar mengatakan bahwa ada upaya Menkopolhukam Wiranto, memanfaatkan kekuasaan untuk mengambil perhatian Presiden Pertahana Joko Widodo.

Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Warta Kota/Rangga Baskoro
Koordinator Kontras Haris Azhar 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Lokataru dan juga pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Haris Azhar mengatakan bahwa ada upaya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, memanfaatkan kekuasaan untuk mengambil perhatian Presiden Pertahana Joko Widodo (Jokowi).

Hal ini disampaikan Haris saat menjadi narasumber di acara Kabar Petang TV One, Senin (13/5/2019).

Diketahui Wiranto membentuk Tim Asistensi Hukum untuk mengkaji ucapan tokoh jika ada pelanggaran hukum, pascapemilu 2019.

Menurut Haris, pembentukan tim tesebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan Wiranto.

"Menurut saya sudah jelas, ini penyalahgunaan kewenangan dari seorang Menko yang memang masih menjadi bagian dari petahana," ujar Haris.

Haris merasa bentukan tim ini menjadikan perlindungan untuk pemerintah dari kritikan publik dan oposisi,

"Untuk melindungi kritik publik dan kritik oposisi dan memang ditemukan banyak potensi masalah, yang memang tidak bisa diselesaikan lewat wahana hukum yang ada," ungkap Haris.

Mahfud MD: Timses Sepakatlah, Sudahlah Diam Dulu Tak Bicarakan soal Hasil Situng KPU

"Dibikinlah ini, Wiranto mau pasang badan, mumpung ini juga kesempatan dia secara politik membuktikan kontribusi kepada Jokowi buat periode kedua," ujarnya.

"Kalau memang ini eksekusi penegakan hukum, ada lembaganya, itu saja kita sudah banyak perdebatan kan, polisi memenjarakan pakai undang-undang ITE, banyak masalah."

"Sekarang muncul lagi masalah ini, ketika Wiranto mau menggunakan kekuasaannya untuk menggunakan pengarahan-pengarahan," ujar Haris.

Haris lantas menyinggung poin pembentukan hukum satu di antaranya yang melibatkan sejumlah pakar untuk memberikan saran dan masukan.

"Dan ini nanti arahnya untuk penegakan hukum, itu kan namanya intervensi. Intervensi pemerintah yang tidak punya kapasitas, kapasitas dalam penegakan hukum. Kapasitasnya hanya koordinasikan. Jadi bukan memberikan materil untuk memberikan keyakinan."

Lihat menit ke 17.27

Penjelasan Wiranto

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Wiranto melalui teleconference dalam Kabar Petang tvOne, Rabu (8/5/2019).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved