Selain Tarif, Ojek Online Harus Perhatikan Kesejahteraan Mitra Pengemudinya

Kenaikan tarif ojek online seharusnya diimbangi dengan kesejahteraan mitra pengemudinya. Aplikator hendaknya menghitung upah sesuai dengan jam kerja.

Selain Tarif, Ojek Online Harus Perhatikan Kesejahteraan Mitra Pengemudinya
tribunnews.com
Gojek. 

TRIBUNWOW.COM - Selain masalah tarif, aplikator yang mewadahi pekerjaan mitra ojek online juga harus memperhatikan kesejahteraan mitra pengemudinya.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, cara menyejahterakan mitra pengemudi adalah dengan menyesuaikan upah.

Aplikator hendaknya menghitung upah sesuai dengan jam kerja mitra yang tidak menentu.

"Jam kerja mereka (mitra ojol) terlalu tinggi, dan paparan polusi mereka pun jauh lebih tinggi. Nah ini suatu hal yang harus dibicarakan antara pengemudi dengan aplikator," kata Fithra Faisal di Jakarta, Senin (6/5/2019).

Menurut Fithra, rata-rata penghasilan ojek online di wilayah Jabodetabek berkisar Rp 4,9 juta dan non-Jabodetabek berkisar Rp 3,8 juta.

Tarif Ojek Online Naik Mulai Hari Ini, Rabu 1 Mei 2019, Simak Besaran Kenaikannya Berikut Ini

Penghasilan tersebut mengindikasikan pendapatan mitra sama dengan pekerja kantoran bahkan 25 persen lebih besar.

Sayangnya, hal ini masih tidak sepadan dengan waktu kerja mitra. 

"Dari sisi kesejahteraan kenapa mereka (mitra ojol) tidak lebih sejahtera dibanding teman-temannya yang bekerja di pabrik? Mereka mendapat upah yang sama atau 25 persen lebih tinggi tapi jam kerja enggak teratur," ucap Fithra.

Dia mengatakan, hal ini tentu harus segera dibicarakan oleh mitra ojol dengan para aplikatornya, bukan hanya pemerintah.

Bukan konsumen yang justru diberatkan.

Sedang Tidur, Driver Ojek Online Ceritakan Kaget Digerebek Densus 88: Setengah Sadar Langsung Dibawa

"Ini skemanya harus berubah. Seharusnya ini kesepakatan bersama antara aplikator dan pengemudi. Bukan tarifnya malah dibebankan ke konsumen. Karena konsumen sudah cukup terbebani," papar Fithra.

Bila tidak segera dibicarakan dan dikaji ulang, Fithra menyebut hal ini bisa menjadi pertanda yang jelek bagi bisnis aplikasi di Indonesia.

"Ya, tentu saja ini menjadi sinyak buruk," sebutnya. (Fika Nurul Ulya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Aplikator Ojek Online Harus Pikirkan Mitranya 

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved