Kasus Korupsi

Sofyan Basir Datangi Gedung KPK, Penuhi Panggilan Pemeriksaan sebagai Tersangka Korupsi PLTU Riau-1

Dirut PLN nonaktif Sofyan Basir terlihat datangi gedung KPK. Ia memenuhi panggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau 1

Sofyan Basir Datangi Gedung KPK, Penuhi Panggilan Pemeriksaan sebagai Tersangka Korupsi PLTU Riau-1
kompas.com/dylan aprialdo rachman
Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir (dua dari kanan, memakai kemeja batik keemasan) memenuhi panggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir memenuhi panggilan pemeriksaan perdana sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/5/2019).

Sofyan rencananya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Sofyan yang mengenakan kemeja batik berwarna kuning keemasan itu tampak mendatangi gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 09.57 WIB.

Ia juga tampak membawa sebuah map dengan motif batik.

Beberkan Sejumlah Kawan KPK Dapat Serangan Teror, Novel Baswedan Desak Pemerintah untuk Tak Abaikan

Ia tampak didampingi sejumlah orang lainnya.

Adapun penasihat hukum Sofyan, Soesilo Aribowo sudah tiba dan menunggu Sofyan di lobi Gedung Merah Putih KPK.

Sofyan langsung memasuki lobi gedung KPK. Penetapan tersangka Sofyan merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Dalam kasus ini KPK sudah menjerat mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, mantan Sekjen Golkar Idrus Marham, dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. 

Pada pengembangan sebelumnya, KPK juga sudah menjerat pemilik PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

Bupati Kepulauan Talaud Ditetapkan sebagai Tersangka oleh KPK

Sofyan diduga bersama-sama membantu Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Kotjo untuk kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Sofyan disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 hurut b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Dylan Aprialdo Rachman)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sofyan Basir Penuhi Panggilan Pemeriksaan Perdana sebagai Tersangka Kasus PLTU Riau-1 

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved