Pilpres 2019
Amien Rais: Saya Tidak Ingin Mengulangi Kesalahan Mahfud MD
Amien Rais memberikan pendapat soal sistem yang ada di KPU yang dikaitkan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memberikan pendapat soal sistem yang ada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dikaitkan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.
Hal ini disampaikan Amien Rais saat berdiskusi dengan tim Badan Nasional Pemenangan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sabtu (4/5/2019).
Video itu juga turut diunggah oleh channel YouTube Berita Pilihan.
Amien mengatakan dirinya tak ingin sok tahu seperti Mahfud MD soal sistem IT yang ada di KPU.
• Kata PAN soal Perhitungan Suara 4 Anak Amien Rais yang Maju di Pileg 2019
"Jadi saya tidak ingin mengulangi kesalahan Mahfud MD, tidak tahu IT tapi sok tahu," ujar Amien Rais.
Namun, Amien tak menerangka lebih lanjut perkataan soal IT dari Mahfud MD bagian apa yang ia permasalahkan.
Dalam diskusi tersebut, Amien mengatakan dirinya hanya memberikan penjelasan bahwa da sejumlah kecurangan yang akan dibongkar oleh tim IT yang ahli.
"Jadi saya hanya menghantarkan saja biar para ahli ini yang membedah apa yang sesungguhnya terjadi dalam tubuh KPU," tutur Amien.
"Yang terpenting saudara-saudaraku, KPU itu makhluk politik buatan pemerintah petahana, jadi kalau nyerang KPU tok seperti orang yang enggak paham masalah."
"Jadi KPU adalah pintu buat nyerang di atasnya, di atasnya lagi, ketemunya nanti siapa lagi kalau bukan ya itulah, enggak boleh sebut nama."
• Minta Prabowo Tak Ikuti Saran Amien Rais, Ketua Umum ICMI: Misal Ada Keberatan, Tempuh Jalur Resmi
Setelahnya, elite PAN ini menernagkan soal akan ada kejutan yang akan diberikan oleh tim IT BPN Prabowo-Sandi.
"Saudara sekalian saya selalu mendapat laporan tidak utuh tapi makin lama makin berbahaya, jadi Insha Allah pada saatnya akan ada element of surprise, tunggu tanggal mainnya," kata Amien Rais.
"Para ahli IT ini sudah memiliki bukti-bukti yang tidak terbantahkan. Bahwa pasti begitu dibuka rakyat akan terkejut, betapa bobrok, betapa curang, betapa palsu, betapa jahat, betapa zalim KPU dan yang di atas-atas KPU itu."
"Jadi saya jauh sebelum ada orang mempermasalahkan MK saya dengan semacam institusi enteng-entengan, saya enggak ada bidangnya dengan Anda semua tapi saya mengamati ini kan terjadi kejahatan pemilu yang terukur, masif, brutal, dan barbar."
• Foto-foto Syukuran Kemenangan Prabowo di Kertanegara, Didampingi Amien Rais Tanpa Kehadiran Sandiaga
Tak lama, Amien lalu memberikan kalimat penutup bahwa ada yang mengendalikan KPU.
"Nah sebagai penutup saya diberitahu dari teman-teman yang hadir itu bahwa KPU sendiri itu sudah tidak bisa mengendalikan."
"Yang masukkan data itu ada siluman yang jauh lebih tinggi dari kodok dan c***** yang ingin menguasai semua, tapi yakinlah Allah memihak pada yang benar."
Lihat videonya menit 0:19
Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais juga memberikan tanggapan mengenai isu partainya merapat ke kubu pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin.
Dikutip TribunWow.com dari WartaKotaLive.com, hal itu disampaikan Amien saat menhadiri acara pembacaan pernyataan sikap terkait IT KPU yang bertajuk 'Diduga Terlibat Manipulasi Suara Rakyat: KPU Tidak Layak Dipercaya', yang digelar di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/5/2019).
Amien menegaskan isu merapatnya PAN ke koalisi Jokowi hanya omong kosong.
• PAN Disebut Goyah saat Zulkifli Hasan Temui Jokowi di Istana, Amien Rais: Itu Omong Kosong
Ia juga menuturkan ha itu tidak mungkin terjadi.
"Itu omong kosong sama sekali, saya jamin (isu itu) omong kosong, tidak mungkin (PAN merapat)," tegas Amien Rais.
Diketahui isu tersebut berawal dari Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang sempat berbincang-bincang dengan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4/2019) siang, seusai pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Seusai pertemuan, kepada wartawan, Zulkifli mengaku mengeluhkan durasi Pemilu 2019 yang terlalu lama kepada Presiden Jokowi.
Dalam perbincangan di meja makan istana itu, ikut hadir juga Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.
• UPDATE Hasil Real Count KPU Minggu 5 Mei Pagi: Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandiaga, Data Masuk 66.3%
"Ya kalau silaturahim kan pasti banyak yang kita bicarakan, soal pemilu terlalu lama sampai 8 bulan, habis energi," kata Zulkifli kepada wartawan usai pelantikan.
Namun Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Abdul Kadir Karding mengatakan menerima informasi bahwa Zulkifli meminta kepada Jokowi untuk PAN dapat mengisi posisi di pimpinan DPR atau MPR.
"PAN memang membuka komunikasi ke Pak Jokowi lewat Pak Zul dan yang saya tahu, dari informasi yang saya peroleh di Istana itu ada permintaan pada Pak Jokowi agar PAN mendapatkan bagian pimpinan DPR atau MPR," ujar Karding saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/4/2019).
Menurutnya, hal yang dilakukan Zulkifli kepada Jokowi merupakan hal yang penting yakni membangun komunikasi.
"Dan yang paling penting bahwa membangun komunikasi itu penting saat dinamika politik agak hangat seperti sekarang ini," tutur Karding.
• Bahas soal Kasus Novel Baswedan, Cak Nun Tuding Pihak Ini sebagai Terduga Dalang Penyerangan
(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Roifah)
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/amien-rais-3.jpg)