Breaking News:

Pemilu 2019

Mahfud MD-Rizal Ramli Protes Merasa Diadu saat Bahas Kecurangan Pemilu, Begini Jawaban Pembawa Acara

Mantan Ketua MK Mahfud MD dan mantan Menko Bidang Kemaritiman Rizal Ramli adu argumen membahas kecurangan pemilu.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
capture YouTube Indonesia Lawyers Club
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli adu argumen membahas kecurangan pemilu. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, adu argumen membahas kecurangan pemilu.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut seperti tampak dalam program 'Catatan Demokrasi' Kita yang tayang di tvOne, Selasa (30/4/2019) malam.

Dalam pembahasan itu, pembawa acara meminta Mahfud dan Rizal membahas soal kecurangan pemilu 2019, seperti yang kerap mereka diskusikan di jagad Twitter.

Ditanya Pemilu 2019 Berjalan Baik atau Buruk, Mahfud MD: Biasa Saja, Selalu Terjadi Seperti Ini

Awalnya, Rizal membahas soal sistem IT KPU, di mana salah input data dalam situng pemilu kerap kali terjadi.

"Saya bukan ahli IT, tapi banyak bergaul sama staf saya ahli IT. IT itu kan ada 2. Bagian depan, bagian depan kalau kita salah entry, pasti otomatis ditolak," kata Rizal.

"Misalnya kalau kita menulis nama kita salah dengan nomor ID kita, pasti ditolak. Atau maksimum 1 TPS 300 sekian, lebih dari segitu pasti ditolak. Atau jumlahnya, pasti ditolak. Atau kayak kita bayar credit card lah. Kalau kurang pasti ditolak."

Sementara yang kedua adalah bagian belakang.

Rizal menilai, permainan angka itu berada di bagian tersebut.

"Permainan itu ada di belakang. Di sinilah bisa diatur macam-macam. Saya melihat karena hari ini rakyat kita kan cerdas sekali. Mereka punya smartphone. Dia foto, dia lihat, ternyata beda," ungkap Rizal.

"Dan kesalahannya bukan sekali dua kali, karena kalau kesalahannya basic, dalam tabulasi misalnya, otomatis itu sistem nolak. Itu hanya bisa kalau dilakukan berbagai macam itu di belakang."

"Misal didahulukan dulu di Jawa Tengah sama Bali. Itu bisa diatur semua di back end. Oleh karena itu kami minta diauditlah yang bener supaya terbuka. Sementara sahabat saya Mas Mahfud baru berkunjung ke KPU sebentar saja, sudah bilang kesalahannya kecil," papar dia.

"Prof Mahfud?" tiba-tiba pembawa acara memotong.

Tak jelas maksudnya memberikan kesempatan pada Mahfud untuk ganti berbicara atau menanyakan maksud Rizal menyinggung nama Mahfud di akhir pernyataannya.

"Ya enggak usah diadu, ini teman kita lho," ujar Rizal kemudian.

"Ini teman ini," Mahfud turut menanggapi.

Halaman
12
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved