Breaking News:

Kabar Tokoh

Klarifikasi Mahfud MD soal Ucapannya yang Disebut agar Bisa Masuk ke Pemerintahan Jokowi

Mahfud MD kembali buka suara terkait ucapannya yang menjadi polemik dan perbincangan hangat publik.

Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
Capture Kabar Petang tvOne
Klarifikasi Mahfud MD soal ucapannya yang jadi polemik dan disebut terucap agar bisa lancar masuk ke pemerintahan Jokowi, Senin (29/4/2019). 

"Dulu di sana basisnya DI/TII karena punya prinsip, merasa pemerintah pusat tidak adil, Aceh juga merasa pemerintah pusat tidak adil, Padang juga, Kahar Muzakkar juga."

"Itu fanatisme, saya enggak bilang radikalisme, enggak bilang ekstrem, gitu, dan itu bagus."

"Seperti orang Madura saya bilang, orang Madura itu 'garis keras', hebat, enggak mau dipengaruhi, saya garis keras di bidang hukum, Anda dari mana pun kalau melanggar hukum saya dorong Anda ke penjara," tandasnya.

Singgung Rakyat yang Awasi Petugas, Said Didu: Pemilu 2019 Hasilkan Keajaiban Dunia

Simak videonya dari menit ke 07.00.

 

UPDATE Real Count KPU Selasa 30 April 2019, Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandi Data Masuk 54,2 Persen

Di kesempatan yang sama, sebelumnya Mahfud MD juga angkat bicara soal ucapannya yang menjadi polemik karena bersamaan dengan berkembangnya isu khilafah.

Hal iu bermula saat pembawa acara melontarkan pertanyaan kepada Mahfud MD.

"Pernyataan prof (Mahfud MD) ini menjadi polemik karena pada saat ini juga berkembang isu khilafah begitu prof," tanya pembawa acara.

"Ya saya kan tidak menyebut isu khilafah sedikit pun," kata Mahfud MD.

"Urusan khilafah itu urusan radikalisme, bukan urusan fanatisme, beda, di dalam kamus ilmu politik itu beda, " sambungnya.

Mahfud MD lantas menjelaskan adanya sejumlah term yang tidak dapat disamakan.

"Kan ada term, Islam moderat, Islam garis keras, Islam radikal, ada kelompok progresif, kelompok konservatif, itu beda, jangan disatukan," papar Mahfud MD.

Terkait itu, Mahfud MD kemudian menceritakan bahwa dirinya juga sering melakukan ceramah di masjid besar pada sejumlah provinsi.

"Anda tanya dong ke orang-orang Makassar, saya sering khotbah di masjid-masjid besar," ungkap Mahfud MD.

"Ke Padang juga, ke Aceh juga, karena Islam saya cocok dengan orang Aceh, saya tidak pernah menganggap orang Aceh itu salah," imbuhnya.

Soal Kabar Demokrat Merapat ke Jokowi, Rachland Nashidik: Kami Tak Tinggalkan Kawan dalam Kesulitan

Soal pernyataannya yang menuai polemik, Mahfud MD menjelaskan, untuk itu ia meminta kepada Jokowi yang dinyatakan menang dalam sejumlah lembaga survei resmi untuk merangkul masyarakat.

Hal itu disampaikan Mahfud MD seperti yang dikehendaki oleh masyarakat di Padang, Aceh, dan Sulawesi Selatan.

Halaman
1234
Tags:
Klarifikasi Mahfud MDMahfud MDJoko Widodo (Jokowi)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved