Ramadan dan Idul Fitri
Bagaimana jika Sisa Makanan Sahur Tertelan saat Puasa Ramadan?
Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari, menjelaskan ketentuan perihal makanan tersisa atau terselip di sela gigi yang kemudian tertelan saat puasa.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Saat kita berpuasa, menjaga mulut agar bersih adalah hal yang penting.
Membersihkan mulut dapat mencegah gigi berlubang, menghilangkan sisa makanan, juga bau tak sedap saat berpuasa.
Meski bau mulut mungkin menjadi bau yang sedap bagi malaikat, bagi manusia, aroma mulut yang tak sedap itu tentu mengganggu dan tidak menyenangkan lawan bicara.
Karenanya, penting bagi Anda untuk menjaga kesehatan dan kebersihan mulut.
• Ramadan 2019 Segera Tiba, Simak Tips Puasa Ini untuk Penderita Tekanan Darah Rendah atau Anemia
Tak hanya itu, mengutip nu.or.id, kebersihan mulut ini ternyata juga sangat menentukan sah dan tidaknya berpuasa.
Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari, menjelaskan ketentuan perihal makanan tersisa atau terselip di sela gigi.
Berikut ini keterangannya seperti dalam kitab Fathul Mu'in.
فرع-- لو بقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه بطبعه لا بقصده لم يفطر ان عجز عن تمييزه ومجه وان ترك التخلل ليلا مع علمه ببقائه وبجريانه به نهارا لأنه إنما يخاطب بهما ان قدر عليهما حال الصوم لكن يتأكد التخلل بعد التسحر أما اذا لم يعجز أو ابتلعه قصدا فانه مفطر جزما وقول بعضهم غسل الفم مما أكل ليلا والا أفطر رده شيخنا
Artinya, “Jika ada makanan tersisa di sela gigi orang berpuasa, lalu liurnya secara alamiah bukan lantaran kesengajaan membawa sisa makanan itu masuk ke rongga perut, maka puasanya tidak batal karena dua pertimbangan.
Pertama, puasanya tetap sah sebatas ia tidak mampu membedakan mana sisa makanan itu untuk lalu membuangnya.
Kedua, puasanya tetap sah sejauh ia tidak membersihkan sisa makanan di sela giginya sementara ia sadar ada sisa makanan dan akan terbawa aliran liurnya di waktu siang berpuasa.
Pasalnya, saat berpuasa seseorang memang dituntut untuk membedakan sisa makanan dan mengeluarkannya dari mulut.
Karenanya sangat dianjurkan sekali bersih-bersih sela gigi setelah sahur. Sedangkan mereka yang mampu menemukan sisa makanan lalu menelannya secara sengaja, jelas puasanya batal.”
(TribunWow.com)