Breaking News:

Pemilu 2019

Pentingnya Menjalin Kembali Hubungan yang Baik setelah Pemilu Berakhir

Saat masa-masa pemilu, setiap orang berhak memiliki pilihan masing-masing. Hingga kadang merenggangkan hubungan antar saudara maupun kerabat.

Editor: Mohamad Yoenus
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo bersama Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo subianto saat mengikuti debat keempat calon presiden pada pemilu 2019 di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019). Pada debat keempat kali ini mengangkat tema Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan Keamanan dan Hubungan Internasional. 

TRIBUNWOW.COM - Rasa lega dirasakan banyak masyarakat karena pemilu akhirnya tiba.

Masa kampanye calon Presiden dan anggota legislatif selama 9 bulan terakhir memang menguras emosi kita.

Tak sedikit orang yang hubungannya retak bahkan pecah gara-gara perbedaan politik.

Seusai pemilu, saatnya memperbaiki kembali persaudaraan yang renggang itu.

"Harus rekonsiliasi lagi. Baik itu keluarga, teman, dan sebagainya," kata sosiolog Daisy Indira Yasmine.

Caleg PDIP Bakar Kotak Suara Pemilu di Jambi Ditangkap, Ini Kronologi hingga Sosok yang Membantunya

Menurut Daisy, penting agar semua orang mengingat bahwa pemilu hanyalah sebuah aktivitas dari rangkaian kehidupan kita.

Masih banyak ruang dalam kehidupan selain pemilu, di mana kita harus bersinggungan dengan orang-orang di sekitar.

Jangan sampai perbedaan dalam pemilu memecah belah hubungan tersebut.

Kita juga wajib berbesar hati Jika figur yang kita dukung tidak menang.

"Siapapun yang menang kita harus bisa berdamai dengan keputusan-keputusan kita sendiri," tutur sosiolog dari Pusat Kajian Sosiologi-LabSosio LPPSP Universitas Indonesia itu.

Jika memang masih ada hal-hal terkait pemilu yang ingin dikritisi, gunakan saluran-saluran yang ada.

Misalnya, membuat opini atau kritik membangun lewat blog.

"Jangan cuma jadi isu di dalam keluarga," kata Daisy.

Ketika perbedaan pilihan membuat relasi sosial menjadi renggang, menurutnya perlu dikaji kembali apakah hubungan memang retak karena pemilu atau sudah buruk sebelumnya.

"Gara- gara pemilu atau karena masalah lain? Jangan-jangan ternyata basis asalnya bukan pemilunya, pemilunya jadi instrumen. Itu kan bahaya," ujar Daisy. (Nabilla Tashandra)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pemilu Berakhir, Saatnya Perbaiki Hubungan yang Retak dengan Kerabat 

WOW TODAY:

Sumber: Kompas.com
Tags:
Pilpres 2019Pemilu 2019Universitas Indonesia (UI)
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved