Pilpres 2019
Psikolog Ungkap Beda Ekspresi Jokowi Vs Prabowo saat Deklarasi Kemenangan, Siapa Lebih Percaya Diri?
Psikolog baca ekspresi Joko Widodo san Prabowo Subianto saat bacakan deklarasi kemenangan, siapa yang lebih percaya diri?
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Psikolog Joice Manurung membaca ekspresi calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo dan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto saat mendeklarasikan kemenangan pasca Pemilu 2019 Rabu (17/4/2019).
Terkait hal tersebut, Joice Manurung membaca ekspresi kedua paslon dan mendapatkan gambaran siapa sosok yang lebih percaya diri dalam menyampaikan deklarasinya.
Dikutip TribunWow.com dari channel YouTube Indonesia Morning Show NET. Kamis (18/4/2019), inilah hasil membaca ekspresi Joice Manurung terhadap kedua paslon:
Joko Widodo
Calon presiden Joko Widodo bersama TKN Jokowi-Ma'ruf menggelar acara konferensi pers, Rabu (17/4/2019) setelah hasil perolehan suara sementara disampaikan oleh beberapa lembaga survei.
Dalam deklarasinya itu, Jokowi ditemani oleh sejumlah elite partai dan juga turut ditemani pasangan calon presiden Ma'ruf Amin.
Menurut Joice Manurung, Jokowi menunjukkan sikap kehati-hatian dalam menyampaikan pidatonya.
"Kalau saya lihat memang pernyataan-pernyataan ini memang bukan pernyataan yang firm (solid/tak terbantahkan-red) gitu," ucap Joice.
"Bisa kita lihat tangan Pak Jokowi saat memegang kertas merapikan kertas, dan lihat eye contact yang terlihat ada sikap hati-hati di sini," jelas Joice.
Dikatakan oleh Joice, deklarasi kemenangan Joko Widodo tidak menunjukkan euforia kemenangan.
"Jadi dia mencoba menyampaikan pernyataan yang sangat terjaga, ini adalah fakta namun jangan diinterpretasikan sebagai suatu euforia kemenangan," kata Joice.
• Tanggapi Klaim Kemenangan Prabowo-Sandi, PDIP Buka Hasil Perolehan Suara Sementara Pilpres 2019

Joice menilai, Jokowi menjaga sikapnya dan mengandalikan emosinya untuk tetap bersikap hati-hati.
"Pak Jokowi juga sangat menjaga agar euforia tidak dimunculkan, dia menjaga dalam konteks 'emosi saya terkendali' ini memang sikap yang hati-hati dan perlu pertimbangan," ungkap Joice.
Tak hanya itu, menurut Joice, Jokowi dalam pidatonya juga memikirkan bagaimana ucapannya tidak menjadi kontra di masyarakat.
"Dan gesturenya itu kita perhatikan memang ada ketegangan di situ, dan artinya dia juga pasti memikirkan pernyataan apa yang akan saya sampaikan supaya tidak memunculkan kontra di publik," ungkap Joice.
• Psikolog Bandingkan Ekspresi Prabowo Subianto pada Setiap Deklarasi Kemenangan: Dia Berusaha Yakin