Terkini Daerah

Kronologi Seorang Pria Sayat Leher Penjaga TPS di Blitar, Bermula Tak Mau Celupkan Jari ke Tinta

Seorang penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS), menjadi korban atas perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan seorang pemilih di Kota Blitar.

Kronologi Seorang Pria Sayat Leher Penjaga TPS di Blitar, Bermula Tak Mau Celupkan Jari ke Tinta
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi memilih: Warga menandai jarinya dengan tinta seusai menyalurkan suaranya 

TRIBUNWOW.COM - Masyarakat Indonesia sedang merayakan pesta demokrasi untuk menentukan presiden yang menjabat 5 tahun mendatang, namun hal tak menyenangkan justru terjadi pada saat proses pemungutan suara di Kota Blitar.

Seorang penjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS), Luki Setia Budi, menjadi korban atas perbuatan tak menyenangkan yang dilakukan oleh YA (38), seorang pemilih di TPS 16, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur.

Kejadian tersebut bermula ketika YA telah menyalurkan hak suaranya di TPS tersebut.

Layaknya pemungutan suara pada umumnya, YA kemudian diminta oleh Luki, yang kebetulan bertugas sebagai penjaga tinta pemilu untuk mencelupkan jarinya ke tinta sebagai tanda telah memberikan hak suaranya.

Viral di Facebook Video Ibu Aniaya Anak karena Tak Mau Makan, Dipukuli sampai Dibekap dengan Bantal

TPS 16 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang sempat terjadi keributan saat proses pemungutan suara, Rabu (17/4/2019).
TPS 16 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, yang sempat terjadi keributan saat proses pemungutan suara, Rabu (17/4/2019). (suryamalang.com/Samsul Hadi)

Namun YA justru menolak untuk mencelupkan jarinya ke tinta.

Luki sempat memaksa pelaku untuk mencelupkan jarinya ke dalam tinta lantaran seperti itulah seharusnya tahap memilih yang benar.

Siswi SMP Dicabuli 3 Pria yang Dikenal di Medsos, Korban Terpancing Status Facebook Pelaku

Hingga kemudian terjadilah cekcok di antara keduanya dan YA pada akhirnya mau menyelupkan jarinya ke dalam tinta.

Setelah percekcokan yang terjadi di antara keduanya, YA kemudian memutuskan untuk kembali ke kediamannya.

Ternyata masalah tak berhenti sampai di situ.

Tak lama setelah YA kembali ke kediamannya, ternyata pelaku kembali lagi ke lokasi pemungutan suara tersebut sembari membawa-bawa pisau.

Penumpang Bus Tewas seusai Jatuh di Aspal karena Ditarik Calo Terminal Purbalingga, Ini Kronologinya

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Surya
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved