Pilpres 2019
Final Survei Parpol LSI Denny JA, Gerindra dan Golkar Berebut Posisi Kedua, 6 Parpol di Ambang Batas
Lembaga Survei Lingkar Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) telah merilis hasil survei terbaru untuk elektabilitas partai politik.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Lembaga Survei Lingkar Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) telah merilis hasil survei terbaru untuk elektabilitas partai politik, Sabtu (13/4/2019).
Berdasarkan rilis yang diterima TribunWow.com, survei tersebut diadakan pada 4-9 April 2019 dan merupakan survei final untuk pemilu 2019.
Hasilnya, Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) memiliki pemilih survei terbanyak dengan perolehan 26,7 persen hingga 31,1 persen.
Angka tersebut merupakan tampilan elektabilitas yang telah memperhitungkan margin of error dan asumsi golput secara proporsional.
• Prabowo akan Sebut 80 Orang di Pidato Kebangsaan, BPN: Kalangan Profesional hingga Non-Parpol
Hasil yang diperoleh PDIP itu naik 2 persen dibandingkan survei yang dirilis pada Maret 2019.
Sementara diposisi kedua, Partai Gerindra dan Golkar saling mengejar.
Gerindra mendapatkan perolehan suara 13,4 persen hingga 17,8 persen suara responden.
Berbeda tipis dengan Golkar yang mendapatkan 11,5 persen hingga 15,9 persen.
Gerindra tidak mengalami perubahan suara sama sekali dibanding survei yang dirilis Maret 2019 lalu, berbeda dengan Golkar yang turun 0,3 persen.
Selain itu, LSI Denny JA juga merilis 7 parpol yang berpotensi lolos di ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).
• Hari Terakhir Kampanye, Ini Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandiaga
7 partai tersebut merupakan Demokrat, PKN, PKS, Nasdem, Perindo, PPP, dan PAN.
Demokrat dan PKB bersaing di posisi keempat.
Sementara PAN memiliki elektabilitas sebesar 1,4 persen hingga 5,8 persen suara pemilih.
Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang diprediksi lolos dengan mendapatkan 2,3 persen hingga 6,7 persen suara pemilih.
Sedangkan 6 parpol lainnya menunjukkan tingkat elektabilitas di bawah 1 persen.