Terkini Daerah
Kisah Ipda Utomo Selamatkan Sopir Truk Boks dalam Kecelakaan Beruntun di Boyolali
Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Semarang-Solo, Boyolali, Kamis (4/4/2019), menyisakan kisah heroik petugas kepolisian.
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Semarang-Solo, Boyolali, Kamis (4/4/2019), menyisakan kisah heroik petugas kepolisian.
Perlu diketahui, ada dua kecelakaan berbeda dalam waktu berdekatan di lokasi yang sama.
Syahdan, Kanit Laka Satlantas Polres Boyolali, Ipda Utomo, pukul 05.30 WIB menerima informasi kecelakaan tunggal yang dialami truk boks B9626WCB.
• Bertengkar Dengan Istrinya, Oknum TNI Habisi Nyawa Kakak Iparnya yang Coba Melerai
Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Semarang-Solo, tepatnya di Dukuh Kebohan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, sekitar pukul 04.00.
Saat itu, Kebohan diguyur hujan cukup deras.
"Kami dapat informasi laka dari anggota Polsek Ampel. Mereka ada dua orang sudah berada di TKP (tempat kejadian perkara). Lalu kami menyusul dari Unit Laka Polres Boyolali ada empat orang, termasuk saya," ujar Ipda Utomo di Mapolres Boyolali, Kamis siang.
Polisi berusaha mengurai kemacetan setelah kecelakaan beruntun di Jalan Raya Semarang-Solo, Dukuh Kebohan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019). (Tribun Jateng/IST)
Kali pertama tiba, Ipda Utomo menginstrusikan anggotanya melakukan pemasangan sejumlah traffic cone di sekitar titik laka.
Pemasangan cone ditujukan sebagai peringatan agar pengendara kendaraan berhati-hati sekaligus mengurai arus kepadatan lalu lintas.
Usai memasang peralatan itu, para petugas pun melakukan rekayasa lalu lintas.
Tujuannya mengurai kemacetan kendaraan.
"Saya mendatangi sopir truk boks itu untuk interogasi dan mendata kerugian material. Tiba-tiba saya mendengar suara klakson berulang kali dari arah Semarang. Saya langsung berfirasat, ini pasti ada yang tidak beres. Pasti remnya blong," imbuhnya.
• Viral di Instagram Pengemis Ketahuan Bawa Mobil Pribadi, Ngamuk saat Direkam Warga
Firasat Ipda Utomo benar.
Dia melihat sebuah truk kontainer melaju cukup kencang dari arah Semarang-Solo.
Truk itu tampak mendahului beberapa kendaraan melalui jalur sisi kiri badan jalan.
"Saya melihat truk itu pada jarak sekitar 30 meter. Melaju sangat kencang karena kontur jalan dari arah Semarang itu turunan. Saya teriak memperingatkan anggota untuk lari menjauhi TKP. Meninggalkan mobil dinas juga," ucap Ipda Utomo.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/mobil-milik-polres-boyolali-yang-ikut-tertabrak-jalan-raya-solo-semarang-kawasan-keboan-ampel.jpg)