Breaking News:

Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB, Peran Indonesia Dinilai Belum Maksimal

Pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa menilai Indonesia belum bisa memaksimalkan posisi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Tayang:
Penulis: Vintoko
Editor: Claudia Noventa
Rilis TribunWow.com
Acara diskusi Ngopi di Sebrang Istana yang diselenggarakan Kedai Kopi di Restoran Ajag Ijig, Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa menilai Indonesia belum bisa memaksimalkan posisi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Hal itu diungkapkan Teguh Santosa saat diskusi 'Ngopi di Sebrang Istana' yang diselenggarakan Kedai Kopi di Restoran Ajag Ijig, Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (4/4/2019).

Menurutnya, keberhasilan Indonesia kembali menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB patut diapresiasi dan memperlihatkan kepercayaan masyarakat internasional.

Viral Ibu di Demak Tidur di Makam Anaknya yang Tewas Kecelakaan, Keluarga Ungkap Fakta Dibaliknya

Namun dirinya menilai Indonesia belum bisa memaksimalkan posisi itu untuk meningkatkan posisi tawar di arena internasional.

Hal itu, kata Teguh bisa dilihat dari pertemuan kedua antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Hanoi, Vietnam, akhir bulan Februari lalu.

Menurutnya, Indonesia dapat memanfaatkan posisi sebagai anggota Dewan Keamanan PBB untuk mengambil peran dalam dialog perdamaian antara Korea Utara dan Amerika Serikat.

Teguh mengaku prihatin lantaran pertemuan kedua antara Kim Jong Un dan Donald Trump tidak digelar di Indonesia yang notabene sedang menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Padahal pertemuan dua pemimpin itu dilakukan di Asia Tenggara.

Seperti diketahui, pertemuan pertama Kim Jong Un dan Donald Trump digelar di Singapura bulan Juni 2018.

Sebelum pertemuan di Singapura itu digelar pihak Indonesia sempat menyampaikan keinginan menjadi tuan rumah pertemuan.

Teguh mengaku khawatir pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, hanya mengedepankan aspek seleberasi dari kemenangan dalam voting pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang digelar bulan Juni 2018.

“Kita menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB adalah untuk kali yang keempat. Jadi bukan sesuatu yang baru. Hanya saja kelihatannya diframe sebagai sesuatu yang baru dengan selebrasi yang luar biasa,” ujar Teguh seperti rilis yang diterima TribunWow.com.

Jawab Pemaparan Budiman Sudjatmiko, Jansen Sitindaon dan Faldo Maldini Saling Lempar Tos dan Tertawa

Teguh juga mengungkapkan pandangannya mengenai peran Indonesia pada persoalan Rohingya di Myanmar atau Burma.

Dia membandingkan posisi Indonesia dalam kasus Rohingya dengan peran yang dimiliki Indonesia saat perang saudara di Vietnam di era 1970an.

“Kita pernah menjadi ujung tombak ketika terjadi Perang Vietnam. Kita mengambil alih tanggung jawab, kita sediakan Pulau Galang sebagai tempat menampung pengungsi dari Vietnam. Karena kita punya bargain untuk itu, kita minta PBB ikut membantu pembiayaan,” urainya.

Halaman 1/2
Tags:
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Indonesia
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved