Pilpres 2019
Viral Emak-emak Berseteru di Depan Gedung KPU karena Berbeda Pilihan, MPRS Laporkan ke Komnas HAM
Dua orang emak-emak berseturu lantaran perbedaan pilihan presiden. Dua emak-emak tersebut beradu argumen hingga saling dorong.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Dua orang emak-emak berseteru di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (27/3/2019).
Perseteruan tesebut kini berbuntut pada pelaporan dari Majelis Perwakilan Rakyat Semesta (MPRS) pedukung pasangan calon (paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM).
Dikutip dari chanel YouTube Official iNews dengan judul 'Viral! Emak-emak Pendukung Pasangan 01 dan 02 Berseteru', Selasa (2/4/2019), keributan tersebut terjadi antara dua emak-emak yang berbeda pilihan calon presiden (capres).
• Viral Siswa Madrasah Sanggup Susupi Situs NASA, Justru Diminta Teman-temannya Bobol Medsos Mantan
Pada video yang beredar telihat pertengkaran antara dua emak-emak hingga terjadi saling dorong.
Pada awalnya mereka hanya terlibat adu ejek antar pasangan calon (paslon) yang didukung.
Hingga akhirnya seorang emak-emak berjilbab, mendorong seorang emak-emak lain yang terlihat menggenggam handphone.
• Lihat Reaksi Caleg PDIP Ian Kasela ketika Emak-emak Paksa Memeluknya saat di Atas Panggung
Atas perlakuan yang diterima, emak-emak yang didorong membalas dengan menarik jilbab emak-emak tersebut.
Perseturuan tersebut menjadi ramai, dan terlihat laki-laki berbaju hitam menengahi dua emak-emak tersebut.
Emak-emak yang mengenakan jilbab putih kemudian dibawa menjauh dari lokasi perseturuan.
Perseturuan tersebut terjadi saat MPRS berdemo di depan Kantor KPU RI meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk cuti selama berkampanye.
Aksi tersebut menjadi semakin ramai saat massa Gerakan Jaga Indonesia yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin datang dan memaksa MPRS untuk membubarkan diri.
• Lihat Aksi Joget Caleg Nasdem Krisna Mukti saat Kampanye di Kerumunan Emak-emak
Kejadian tersebut membuat MPRS melapor ke Komans HAM lantaran merasa hak mereka berpendapat dihalang-halangi.
"Seharusnya kita yang punya izin, kita yang sudah melalui proses malah kita yang dibubarkan oleh polisi. Seharusnya polisi lebih bijaksana," ujar Sekjen MPRS Sri Aisyah.
Ia juga menyatakan jika kondisi Sri, emak-emak yang terlibat dalam perseturuan merasa syok.
"Syok setelah itu, ibu Sri itu syok banget," tambahnya.
Lihat video lengkap:
(TribunWow.com/Ami)
Tonton juga:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/dua-emak-emak-saling-berseturu-karena-berbeda-pilihan-calon-presiden-rabu-2732019.jpg)