Pilpres 2019
Singgung soal Fitnah, Jokowi: Untung Saya Sabar, Bukan Tempramental
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali angkat bicara soal fitnah-fitnah yang dilontarkan untuknya.
Penulis: Laila N
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali angkat bicara soal fitnah-fitnah yang dilontarkan untuknya.
Dilansir oleh TribunWow.com dari Tribunnews.com, Jokowi mengaku fitnah merupakan makanan sehari-harinya.
Jokowi menyatakan, selama ini dirinya ingin marah, tetapi berusaha menahan diri dan sabar.
"Saya 4,5 tahun namanya dihina-dina, dijelekin, dicela. Itu makanan sehari-hari. Saya ingin marah tapi saya selalu sabar, sabar, sabar," ujar Jokowi dalam sambutannya di acara Konferensi Gereja dan Masyarakat (KGM) X Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2019 di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (31/3/2019).
• Jokowi Sebut Banyak Unsur TNI yang Protes Pernyataan Prabowo
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan bahwa dirinya beruntung karena sabar, bukan tempramental.
"Saya dituduh antek asing, antek Aseng. Untung saya sabar. Kalau saya orangnya tempramental, saya apakah? Huh. Sedih melihat cara berpolitik kita. Yang terpenting kita semua harus saling mengingatkan mana yang salah dan benar," sambungnya.
Sebelumnya, Jokowi juga sempat meminta orang-orang yang memfitnahnya untuk tabayyun.
Bahkan, jika perlu datang ke Solo, kampung halamannya, untuk mengecek rekam jejak kakek dan nenek Jokowi.
Satu di antara seperti fitnah keluarganya memiliki rekam jejak PKI.
“Padahal, peristiwa PKI itu terjadi pada 1965-1966, saya waktu itu masih balita, bagaimana bisa PKI,” ungkap Jokowi ketika menyapa para kiai dan pimpinan Pondok Pesantren (ponpes) Salafiah se-Banten di GOR Maulana Yusuf, Serang, Banten sebelum berkampanye terbuka, Minggu (24/3/2019), dikutip dari Kompas.com.
Oleh karena itu, Jokowi mengajak orang-orang untuk tidak berpolitik hoaks.
"Apakah cara politik seperti ini (hoaks) akan kita teruskan? Kita mayoritas muslim penuh norma agama tata krama dan etika. Jangan karena urusan politik, caranya jangan seperti tadi (menyebar hoaks), segala cara dihalalkan," kata Jokowi, melalui keterangan resmi pada Kompas.com, Kamis (28/3/2019).
• Fadli Zon Sebut Prabowo Lebih Banyak Dituduh daripada Jokowi: Fitnahnya Aneh-aneh Lagi
“Hoaks, kabar tidak benar harus direspon, harus dilawan. Dalam berpolitik jangan menghalalkan secara cara karena dapat memecah belah persatuan NKRI,” sambungnya.
Ini bukanlah kali pertama Jokowi bicara soal fitnah yang dilontarkan padanya.
Sebelumnya, Jokowi juga sempat geram dan bahkan ingin mencari pemfitnahnya untuk 'ditabok'.