Breaking News:

Pilpres 2019

Jokowi Terkekeh saat Prabowo Mengaku Berpengalaman di Tentara soal Budaya 'Asal Bapak Senang'

Capres 01, Joko Widodo tampak terkekeh saat Capres 02, Prabowo Subianto mengaku berpengalaman terkait budaya ABS (asal bapak senang) di tentara.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Capture Kompas TV
Debat Capres 2019 ke 4 

TRIBUNWOW.COM - Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) tampak terkekeh saat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku berpengalaman terkait budaya 'ABS (Asal Bapak Senang)' di tentara.

Dari siaran live debat keempat Pilpres 2019, pembahasan soal budaya 'Asal Bapak Senang' ini bermula dari pembahasan soal pentingnya menjaga pertahanan dan keamanan di Indonesia.

Prabowo awalnya menilai, pertahanan Indonesia itu terlalu lemah, jauh dari apa yang diharapkan.

Jokowi Bahas soal Invasi, Prabowo: Kalau Saya Presiden, Saya Ganti Itu yang Kasih Briefing

"Kenapa? Karena kita tidak punya uang. Karena itu kita harus menjaga keuangan kita. Ke mana keuangan kita? Keuangan kita, kekayaan kita, harta kita, tidak tinggal di indonesia. Karena itu kita lemah," kata Prabowo.

Prabowo pun menegaskan, pemerintah harusnya meningkatkan anggaran pertahanan.

"Tapi untuk itu kita harus membuat sistem, hentikan kebocoran, kurangi korupsi, ubah sistem, sehingga kekayaan Indonesia tidak mengalir ke luar negeri. Ini masalah inti," tegas Prabowo.

Menyoroti hal berbeda, Jokowi menyebutkan, pihaknya sudah memerintahkan menteri pertahanan dan panglima untuk membangun divisi tiga untuk menjaga pertahanan dan keamanan.

"Telah mulai ini, bekerja, divisi tiga kostrad di goa. Kemudian komando angkatan udara di biak, kemudian armada tiga angkatan laut di sorong. Ini sudah proses pembangunan dan segera akan jadi," kata Jokowi.

"Saya juga telah memerintahkan untuk gelar pasukan di empat titik penting, gelar pasukan terintegrasi yaitu di natuna sebelah barat, kemudian di morotai sebelah timur, kemudian di saumlaki dekat masela itu di sebelah selatan, dan kemudian di biak," sambung dia.

Jokowi menyebutkan, dirinya menggelar pasukan tersebut di sejumlah titik di daerah pinggiran Indonesia, bertujuan untuk menjaga wilayah.

Jokowi juga menyebutkan, radar milik Indonesia juga sudah menguasai seluruh wilayah.

"Karena ada sembilan belas titik radar udara kita yang telah terkoneksi, ada sebelas titik radar maritim kita yang telah tersambung dan terkoneksi," tegas dia.

Mengenai anggaran, Jokowi memaparkan, anggaran di kementrian pertahanan saat ini sudah mencapai Rp 107 triliun, nomor dua setelah kementerian PUPR.

"Artinya, perhatian kita terhadap pertahanan ini juga bukan main-main," ujarnya.

"Bahwa masih ada proses, ada yang kurang, ini lah yang harus kita perbaiki. Sebagai pemimpin, saya optimis dengan penguasaan radar udara, radar maritim, yang sudah seratus persen. Dan siapapun yang masuk ke teritori kita akan ketahuan. Akan ketahuan," sambung Jokowi.

Prabowo Sebut Korupsi di Indonesia Sudah di Tahap Parah, Bagaimana Faktanya? Cek di Sini

Prabowo lantas kembali mendapatkan giliran bicara.

Prabowo menilai, Jokowi mendapatkan briefing yang kurang tepat terkait data yang disampaikannya itu.

"Rp 107 triliun itu ya lima persen dari APBN kita. 0,8 persen dari GDP kita padahal Singapore itu anggaran pertahanannya 30 persen dari APBN-nya mereka," kata Prabowo.

Prabowo lantas menyebutkan, budaya ABS masih banyak terjadi di Indonesia.

Ia menyebutkan, sudah berpengalaman di tentara terkait hal ini.

"Budaya ABS banyak pak. Kalau ketemu panglima, 'siap pak, aman semua pak, terkendali pak, radar cukup pak'. Pak, tidak benar pak. Tidak benar," kata Prabowo.

Tampak Jokowi terkekeh mendengar pemaparan Prabowo itu.

Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) tampak terkekeh saat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku berpengalaman terkait budaya ABS (asal bapak senang) di tentara.
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) tampak terkekeh saat Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku berpengalaman terkait budaya ABS (asal bapak senang) di tentara. (Capture Live iNews)

"Jadi itu saja pak, saya tidak menyalahkan bapak. Ini budaya Indonesia. ABS. Ya, ABS. Jadi mohon kita kaji, pertahanan sangat penting. Kita tidak mau mengancam siapapun, tadi kita lemah Pak. Mungkin menteri Bapak sudah beritahu enggak berapa peluru, berapa hari, peluru kita perang?" ujar Prabowo lagi.

Jokowi lantas mendapatkan kesempatan untuk menanggapi.

Jokowi menilai, apa yang disampaikan Prabowo itu menunjukkan bahwa sang capres 02 tidak percaya pada TNI Indonesia.

"Saya melihat Pak Prabowo ini tidak percaya pada TNI kita," kata Jokowi yang disambut sorak sorai pendukungnya.

"Saya yang sipil, saya sangat percaya pada TNI yang kita miliki. Sangat percaya," tegas Jokowi.

Jokowi lantas memberikan contoh wilayah yang diamankan oleh para TNI.

"Di Natuna (Laut Natuna), saya lihat sendiri kok dibangun. Dibangun di sana. Di Sorong juga sudah mulai di bangun. Saya cek ada barangnya," terang Jokowi.

Video Detik-detik Prabowo Tegur dan Tunjuk Penonton yang Tertawa, Lihat Reaksi Jokowi

Bantah Prabowo soal Ada Budaya ABS, Jokowi: Saya Lihat Pak Prabowo Ini Tak Percaya TNI Kita

Seperti diketahui, debat keempat Pilpres 2019 diselenggarakan malam ini, Sabtu (30/3/2019) di Hotel Shangri La, Jakarta.

Dua moderator yang memandu debat merupakan Retno Pinasti dan Zulfikar Naghi.

Penyelenggaraan dibagi menjadi 6 segmen dengan alokasi waktu 120 menit.

Berikut Visi Misi Capres di Debat Keempat Pilpres 2019, dikutip dari Bahasakita.co.id:

Pada segmen 1, para calon presiden mengutarakan visi dan misi mereka terkait tema yang diusung.

Diketahui, pada debat keempat ini, tema yang diangkat adalah 'Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan serta Hubungan Internasional'.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Jokowi

"Bismillahirrohmanirrohim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatu,

Selamat malam salam sejahtera bagi kita semuanya, om swastiastu namo buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya cintai, yang saya banggakan seluruh rakyat indonesia di manapun berada dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote.

Yang saya hormati ketua KPU dan komisioner ketua Bawaslu.

Dan yang saya hormati sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto Bapak Sandiaga Uno.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa, para pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah, berbagai organisasi, berbagai ras, berbagai suku, sebagai agama saat itu.

Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa ,dan bernegara.

Di bidang pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan Dilan (Digital melayani), oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Kedua diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan.

Ketiga diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur kita.

Prabowo Tunjuk-tunjuk Hadirin yang Tertawa saat Dirinya sampaikan Debat: Lucu Ya?

Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

Keempat diperlukan reformasi tata kelola yang ketiga di bidang pertahanan peningkatan kualitas SDM.

Pengembangan kualitas SDM TNI sangat diperlukan, mutlak diperlukan terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

Karena ke depan perangnya adalah perang teknologi, oleh sebab itu pembangunan alutsista di dalam negeri sangat diperlukan.

Kalau kita belum mampu kita bisa melakukan join produksi dengan negara negara lain.

Di bidang politik luar negeri, kita tahu situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, multilateralisme yang dilemahkan, proteksionisme yang semakin meningkat.

Tetapi indonesia harus berdiri tegak bermartabat, dan tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.
Bebas, bebas menjalankan, memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional, dan aktif, ikut dalam perdamaian dunia yang baik," ujar Jokowi.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Prabowo

Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Prabowo dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

"Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Salam sejahtera bagi kita sekalian, shalom, om swastiastu, nama budaya, selamat malam saudara saudara sekalian, saudara-saudaraku di seluruh Indonesia di manapun kau berada.

Saudara sekalian, di ruangan ini saya Prabowo Subianto bersama saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendapat kepercayaan maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Hari ini kita akan bicara tentang ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional.

Saudara-saudara, bagi kami Pancasila adalah ideologi final, Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar suatu kecemerlangan, dari generasi pendiri bangsa kita,Ppancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis ratusan suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dengan bahasa yang berlainan.

Kompromi ini yang menghasilkan Republik Indonesia, karena itu kami bertekad untuk mempertahankan Pancasila sampai titik darah yang terakhir.

Lihat Gaya Prabowo setelah Ucapkan Dirinya Lebih TNI dari Banyak TNI

Saya dari sejak 18 tahun telah tanda tangan sumpah untuk membela negara kesatuan republik indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kalau ada yang mau merubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya.

Di bidang pemerintahan, kami berpendapat bahwa lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, baru negara kuat, baru program-program pembangunan bisa dilaksanakan.

Tidak mungkin program yang sehebat apapun kalau lembaga-lembaga pemerintah itu lemah, kalau terlalu banyak korupsi, kalau jual beli jabatan negara, tidak mungkin melaksanakan pembangunan.

Saya, kami berpendapat, bahwa kalau kami menerima mandat kami akan membersihkan lembaga-lembaga pemerintah.

Kami akan memperkuat lembaga-lembaga pemerintah, kami akan perbaiki seluruh kehidupan, kualitas hidup seluruh aparat pemerintah, supaya kita akan menghilangkan sekuat tenaga korupsi yang ada di republik ini .

Saya berpandangan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang sangat parah, kalau penyakit, saya kira ini sudah stadium empat, dan rakyat yang saya ketemu di mana-mana seluruh Indonesia tidak mau negara ini terus seperti ini.

Mereka ingin negara dengan pemerintahan yang tidak korup.

Prabowo Sampai Bertepuk Tangan dan Beri Hormat saat Jokowi Jawab Aduannya soal Dituduh Bela Khilafah

Di bidang pertahanan, keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki kemudian.

Di bidang hubungan internasional kita menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, kita akan baik dengan semua negara, dengan semua kekuatan di seluruh dunia, kita akan baik, kita akan mencari hubungan yang saling menguntungkan, tapi juga kita akan mempertahankan, dan membela rakyat kita.

Yang utama bagi kita, membela rakyat adalah kehormatan yang sangat mulia demikian ini yang ingin saya sampaikan dan kami bertekad menuju Indonesia menang," ungkap Prabowo.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

TONTON JUGA:

Tags:
Joko Widodo (Jokowi)Prabowo SubiantoDebat Capres 2019Pilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved