Cerita Selebriti
Hotman Paris Terima Aduan Korban Kasus Dugaan Malapraktik, 3 Kali Operasi hingga Tak Bisa Kencing
Hotman Paris terima aduan ibu korban malapraktik, sudah tiga kali operasi hingga tak bisa kencing.
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNWOW.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea menerima aduan seorang ibu asal Padang, Sumatera Barat, yang menjadi korban kasus dugaan malapraktik.
Video aduan di Kopi Johny itu diunggah Hotman Paris di Instagram @hotmanparisofficial, Senin (25/3/2019).
Tampak Hotman Paris mengenakan pakaian serba kuning dan di sebelahnya duduk seorang ibu.
Ibu tersebut mengenakan hijab merah dan wajahnya menunjukkan raut wajah sedih.
• Terima Aduan Mantan Pegawai BPJS, Hotman Paris: Pak Jokowi, Tolong Tegur BPJS
"Salam Kopi Johny. Ibu Zalia datang jauh-jauh dari Padang atas dugaan malapraktik," ujar Hotman Paris membuka video.
Hotman lalu menyebutkan rumah sakit yang melakukan tindakan medis untuk si ibu tersebut.
Diketahui ibu tersebut awalnya terkena gejala miom atau tumor di sekitar rahim.
Untuk mengangkat tumor tersebut, maka dilakukan operasi pengangkatan di rumah sakit.
"Ibu ini semula mengidap gejala penyakit miom, oleh rumah sakit dioperasi," kata Hotman Paris.
• Hotman Paris Selidiki Investasi Bodong dari Malaysia, Ribuan TKW Indonesia Jadi Korban
Bukannya sembuh, namun ibu tersebut malah mengalami masalah tidak bisa buang air kecil yang mengharuskannya menjalani operasi kedua.
"Sesudah dioperasi ternyata tidak bisa kencing. Akhirnya operasi lagi kedua kali oleh rumah sakit yang sama," ungkap Hotman Paris.
Malangnya nasib ibu itu lantaran operasi kedua malah semakin memperparah keadaan lantaran saluran kencingnya terputus.
"Ternyata saluran kencingnya sudah terputus karena dugaan salah operasi," kata Hotman Paris.
Dua kali gagal operasi, akhirnya ibu itu memutuskan untuk pindah rumah sakit dan menjalani operasi ketiga.
• Dicium sang Istri, Hotman Paris: Apa Bedanya dengan Ciuman Model Seksi?
"Jadi udah dua kali operasi, kemudian dibawa lagi dipindahkan ke Rumah Sakit Yamin di Padang."