Pemasok Sampoerna Kayoe Galang Dana untuk Bantu Korban Bencana
400 Peserta gathering pemasok Sampoerna Kayoe menggalang dana untuk membantuk korban bencana alam. Gathering dilaksanakan di Cempaka Hill, Jember
Penulis: Ekarista Rahmawati P
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 400 peserta gathering perusahaan Sampoerna Kayoe, menggalang dana untuk membantu korban bencana alam.
Gathering sekaligus penggalangan dana tersebut dilaksanakan di Hotel Cempaka Hill, Jember, Jawa Timur, Sabtu (23/03/2019).
Acara gathering pemasok kayu tersebut dihadiri juga oleh Operation Director Harry Handodjo, Chief Financial Officer Johanes Ibrahim, dan Head of Corporate Log Porcurement Tio I Huat.
Global Strategic Planning Director Sampoerna Kayoe Edward Tombokan mengungkapkan bahwa bencana alam bisa terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja.
• Sampoerna Kayoe Dapat Berkah Imbas Perang Dagang AS-Cina, Sebut Permintaan Semakin Meningkat
Menurutnya, pelajaran yang dapat diambil dari bencana alam adalah masyarakat harus peduli terhadap lingkungan hidup serta meningkatkan kepedulian akan sesama tanpa memandang latar belakang apapun.
Oleh karena itu, lebih lanjut, ia menambahkan penting bagi siapapun untuk memberikan perhatian secara khusus terhadap para korban bencana alam karena di situlah solidaritas sebagai satu bangsa diuji.
Penjelasan Edward Tombokan itu disambut antusias oleh para pemasok kayu yang secara spontan mengumpulkan donasi untuk para korban bencana.
Edward Tombokan juga menegaskan donasi tidak perlu dilihat besar kecilnya dana.
Tetapi yang paling penting adalah niat baik dari para pemasok kayu yang secara bersama-sama ingin meringankan beban para korban.
Sampoerna Kayoe menjelaskan jumlah yang didapat dari pemasok kayu akan digandakan oleh perusahaan.
Edward Tombokan mengatakan bahwa alam Indonesia yang subur harus dipelihara karena dari situlah kehidupan berasal.
• Tahun 2019, Sampoerna Kayoe Targetkan Sebar 3 Juta Bibit Pohon di Penjuru Indonesia
Namun demikian, karena alam memiliki ekosistemnya sendiri, alam tidak boleh dirusak atau diabaikan keberlangsungannya karena akan berdampak negatif pada kehidupan manusia.
Oleh karenanya, ia menegaskan perlunya menanam kembali dari apa yang sudah diambil dari alam karena itu merupakan konsekuensi logis yang harus dilaksanakan.
“Kita semua, baik petani, pemasok kayu dan juga Sampoerna Kayoe, hidup dari kayu yang ditanam. Jika kita tidak memperhatikan alam dan tidak menanam kembali dari apa yang sudah kita ambil, kehidupan kita akan terancam," ucap Edward Tombokan seperti rilis yang diterima TribunWow.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pemasok-kayu-dan-direksi-sampoerna-kayoe-berfoto-bersama.jpg)