Terkini Daerah

Daftar Kejahatan KKB di Papua Setahun Terakhir, Bunuh 26 Orang hingga Perkosa Tenaga Medis

KKB pimpinan Egianus Kogoya dianggap kelompok yang paling bertanggung jawab atas sejumlah aksi kejahatan yang terjadi dalam kurun waktu satu tahun.

Daftar Kejahatan KKB di Papua Setahun Terakhir, Bunuh 26 Orang hingga Perkosa Tenaga Medis
Facebook TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

5 Desember 2018

Satu anggota Brimob atas nama Bharatu Wahyu dan baling-baling helikopter terkena tembakan di Puncak Kabo.

7 Maret 2019

Kelompok ini kembali menyerang Distrik Mugi, Tiga anggota TNI gugur, yakni Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin dan Serda Siswanto Bayu.

20 Maret 2019

Tiga anggota Brimob ditembak dan salah satunya gugur, yakni Bharada Aldi.

Korban mengalami luka tembak pada bahu kiri kanan.

Sedangkan korban luka-luka adalah Ipda Arif Rahman, mengalami luka tembak pada bahu kiri tembus punggung dan Bharada Ravi Fitrah Kurniawan, terkena tembakan di dada kanan bawah ketiak sebanyak 2 kali.

Kini keduanya dalam kondisi kritis.

Klaim Rampas Senjata saat Baku Tembak, KKB Papua Sebut Siap Sambut Pasukan Tambahan TNI

Proyek jalan dilanjutkan

Pangdam XVII/Cenderawasi Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring belum lama ini menyatakan, 600 prajurit TNI dikerahkan untuk melanjutkan pembangunan jembatan di wilayah Nduga, agar jalan dari daerah tersebut tersambung ke Kabupaten Jayawijaya dan daerah lainnya.

“600 personel dari Kodam XVII/Cendrawasih untuk memperkuat pengamanan untuk melanjutkan proyek jembatan di Nduga, Papua, yang sempat terhenti karena aksi penembakan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata Yosua.

Menurut Yosua, proyek ini dikerjakan PT Istaka Karya dan PT Brantas Abdibraya.

Pengerjaannya sempat terhenti akibat adanya insiden pembantaian terhadap puluhan karyawan PT Istaka Karya oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Yigi pada tanggal 2 Desember 2018.

Ia menegaskan, negara tidak boleh mundur hanya karena adanya teror dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Negara akan tetap melanjutkan pembangunan sampai selesai. Ini demi untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Menurutnya, keberadaan kelompok KKB saat ini membuat rakyat trauma, terutama atas tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

“Anda bisa membayangkan bagaimana rakyat sipil diikat tangannya dari belakang, dikumpulkan jadi satu kemudian ditembak dan dibantai secara sadis tampa prikemanusiaan," kata Yosua.

"Guru-guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Mapenduma dianiaya dan diperkosa pada bulan Oktober 2018 lalu. TNI tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan tindakan biadab seperti itu,” paparnya.

TONTON JUGA

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Catatan Kriminal KKB di Papua Selama 1 Tahun, Bunuh 26 Orang dan Perkosa Tenaga Medis"

Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved