Breaking News:

Romahurmuziy Ditangkap KPK

Kasus Suap Romahurmuziy Dianggap Logis, Hendrawan Supratikno: Bukan Transaksi Haram

Hendrawan menganggap logis kasus suap yang menjerat Romahurmuziy. Menurutnya kasus tersebut merupakan efek dari mahalnya biaya partai politik.

Penulis: AmirulNisa
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
capture YouTube Najwa Shihab
Ketua DPP PDIP Hendrwan Supratikno menjelaskan anggaran dana partai politik yang mahal, Rabu (20/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hendrawan Supratikno mengatakan bahwa kasus yang menjerat mantan Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy adalah suatu hal yang logis.

Hendrawan juga menyebut bahwa transaksi suap yang dilakukan bukanlah transaksi haram.

Hal tersebut diketahui dari acara Mata Najwa yang tayang di TRANS7 yang diunggah di channel YouTube Najwa Shihab dengan judul 'Transaksi Haram Politik: Ketum Dijerat Korupsi, Aliran Dana Masuk Parpol? (Part 3)' pada Rabu (20/3/2019).

PDIP Pakai Ideologi Gotong Royong, Hendrawan: Gaji Tiap Bulan Dipotong Rp 22 Juta untuk Partai

Hendrawan menjelaskan bahwa ada sistem politik yang cacat di Indonesia.

"Masalahnya adalah menurut saya evolusi sistem politik kita berjalan dengan penuh kelemahan, ada cacat di sana sini dan cacat ini dimanfaatkan oleh pelaku-pelaku politik melakukan tindakan," ujar Hendrawan.

Kecacatan yang dijelaskan Hendrawan membuat celah bagi para pelaku politik yang berada di posisi tinggi untuk memanfaatkan dan menghasilkan dana lebih.

"Jadi menurut saya bukan transaksi haram sebenarnya, tapi ini transaksi logis dan rasional dan merupakan sebuah konsekuensi dari sebuah sistem politik," jelas Hendrawan.

Suharso Monoarfa Komentari Penangkapan Romahurmuziy: Kuda saja Tak Pernah Jatuh ke Lubang yang Sama

Najwa Shihab menanyakan dimana letak kelogisan yang dimaskud.

"Logis kalau penyuapan, bagaimana kita mencari logika dari proses penyuapan? Logisnya dimana itu?," tanya Najwa Shihab.

Hendrawan menjelaskan adanya kesalahan pengelolaan tersebut membuat para pelaku politik menggunakan jabatan untuk tindakan mencari uang.

"Artinya ada sistem yang, tadi Pak Jasin (Mochammad Jasin) saya senang karena tadi sudah berujar tentang reformasi birokrasi termasuk tata kelola partai politik. Jadi ada kelemahan-kelemahan sistemik yang dimanfaatkan oleh pelaku politik," ujarnya.

Ditanya Apakah Golkar Pernah Terima Uang Haram, Nusron Wahid Tuduh Najwa Shihab Ingin Bangun Opini

Ia mengatakan demikian lantaran biaya politik yang mahal dan membuat para petinggi partai mencari cara untuk memenuhi kebutuhan.

"Tetapi kelemahan yang melekat pada sitem politik kita adalah tata kelolanya yang sekali lagi tidak transparan, ya kemudian high cost," ujar Hendrawan.

Mahalnya biaya politik dijelakan Hendrawan berupa banyaknya fungsi yang harus dijalankan.

"Partai politik kan menjalankan fungsi-fungsi. Fungsi aspirasi, fungsi agrigasi, fungsi edukasi, elektoral, budgeting dan seterusnya. Dan fungsi-fungsi ini untuk dijalankan kan mahal," ujarnya.

Lihat video pada menit ke-6.05:

Tonton video ini.

(TribunWow.com/Ami)

Tags:
Hendrawan SupratiknoRomahurmuziyNajwa Shihab
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved