Pilpres 2019

Detik Detik Anggota TKN dan BPN Adu Mulut dan Saling Tunjuk saat Debat soal Hasil Survei

Anggota TKN Jokowi-Ma'ruf, Deddy Sitorus terlibat adu mulut dengan Anggota BPN Prabowo-Sandi, Arie Mufti saat berdiskusi soal hasil survei.

Capture YouTube iNews Special Report
Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Deddy Sitorus terlibat adu mulut dengan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Arie Mufti saat berdiskusi soal hasil survei. 

\TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Deddy Sitorus terlibat adu mulut dengan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Arie Mufti saat berdiskusi soal hasil survei kedua paslon.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari acara Special Report iNews, Rabu (20/3/2019) malam.

Awalnya, Arie Mufti memberikan tanggapan terkait adanya survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di bawah 50 persen.

Arie menjelaskan, survei itu memotret, bukan mengambil gambar bergerak.

Tak Percaya Lembaga Survei, BPN Prabowo-Sandiaga: Mereka Error Ratusan Persen

Karenanya, terang Arie, ketika sebuah survei memotret, maka momentum sesudahnya akan selalu menentukan dinamika sampai masa pencoblosan pada 17 April mendatang.

Arie pun menyebutkan, pihaknya akan memanfaatkan momentum-momentum pasca potret survei ditampilkan, yaitu dengan melakukan kampanye terbuka.

"Kita diberkahi selama kampanye selalu dipenuhi oleh publik yang tidak dibayar. Selama kampanye kami tidak pernah mengongkosi masa. Selama kampanye bahkan tidak pernah menggunakan mobilisasi aparat," kata Arie.

"Selama kampanye kita tidak pernah memaksa siapa-siapa, aparat desa, ataupun organ-organ yang mungkin seharusnya tidak boleh ikut di dalam pilpres ini untuk turut bermain," sambung dia.

"Ini serius. Apa yang Anda ucapkan itu kejahatan pemilu bung," Deddy menanggapi.

"Saya belum selesai bicara, Anda sebaiknya jangan bicara sebelum saya selesai," Arie menanggapi dengan nada tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved