Terkini Internasional
Pelaku Penembakan Masjid di Selandia Baru adalah Warganya, PM Australia Marah
Perdana Menteri Australia mengatakan, teroris yang melakukan penembakan di Selandia Baru adalah warga negaranya.
Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TRIBUNWOW.COM - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, teroris yang melakukan penembakan di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru adalah warga negaranya.
Morrison juga menegaskan serangan teror yang terjadi di Selandia Baru itu adalah sebuah kejahatan dan sebuah aksi teror sayap kanan.
"Kedua negara bukan hanya sekutu atau rekanan, kedua negara adalah keluarga. Sebagai keluarga kami menyatakan rasa sedih, terkejut, marah terkait insiden ini," ujar Morrison.
• Kecam Keras Aksi Penembakan di Masjid Selandia Baru, Hillary Clinton: Hentikan Kebencian Mematikan
Sebelum pernyataan PM Morrison ini, seorang pria yang menyebut dirinya bernama Brenton Tarrant lewat Twitter mengklaim terlibat dalam penembakan itu.
Dia juga menyebarkan rekaman "bodycam" saat penembakan terjadi ke media sosial.
Twitter kemudian memblokir akun milik pria itu. Sebuah manifesto setebal 37 lembar juga ditemukan di internet, dikabarkan ditulis oleh Brenton Tarrant.
"Menuju masyarakat baru kita maju pantang mundur dan membicarakan krisis imigrasi massal," demikian salah satu petikan manifesto berjudul "The Great Replacement" itu.
• Jadi Korban Teror Penembakan di Selandia Baru, Seniman Padang Masih Kritis Terkena Banyak Peluru
Manifesto itu juga menuliskan bahwa serangan itu adalah balasan untuk para penyerang di Tanah Eropa dan mereka yang memperbudak jutaan warga Eropa.
"Kita harus memastikan eksistensi masyarakat kita dan masa depan anak-anak berkulit putih," demikian manifesto tersebut. (Ervan Hardoko)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Teroris Penembak Masjid Selandia Baru adalah Warga Australia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/pelaku-penembakan-masjid-di-selandia-baru-adalah-warga-australia.jpg)