Breaking News:

Terkini Daerah

Tak Ada Kabar sejak 2012, Keluarga TKI Ini Dapat Kabar Keluarganya Disekap Majikan di Arab Saudi

Sejak tahun 2012, Samsudin (49) beserta dua anaknya, Diah Ardikasari (28) dan Menda (26), merindukan sosok istri sekaligus ibu dalam keluarga mereka.

Tayang:
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUN JABAR/SITI MASITHOH
Diah saat menunjukkan foto Turini Fatma di rumahnya, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Sejak tahun 2012, Samsudin (49) beserta dua anaknya, Diah Ardikasari (28) dan Menda (26), merindukan sosok istri sekaligus ibu dalam keluarga mereka.

Mereka cemas karena tak mendapatkan kabar dari istri dan ibunya itu sejak tahun 2012.

Sejak berangkat menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi pada tahun 1998, Turini Fatma (44), istri Samsudin, jarang berkomunikasi dengan keluarganya.

Turini Fatma yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Arab Saudi itu berangkat atas persetujuan suaminya karena faktor ekonomi.

Pada tahun 2017, keluarga mencoba melaporkan Turini Fatma ke Badan Nasional Penerpatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Inodnesia (BNP2TKI) karena tak kunjung mendapatkan kabar.

Pengguna Narkoba Meningkat, BNN Sebut Ancaman Serius terhadap Bonus Demografi

"Kami terakhir laporan itu tahun 2017 karena nggak pernah ada kabar. Ibu saya tidak diperbolehkan membawa telepon genggam oleh majikannya," kata Diah saat ditemui di rumahnya, Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, Rabu (13/3/2019).

Selama ini, jika berkomunikasi dengan keluarganya, Turini selalu mengirimkan surat. Selama bekerja di sana, Turini hanya digaji tiga kali oleh majikannya.

"Terakhir ngirim uang itu tahun 2000. Tiga kali ngirim uang itu totalnya sekitar Rp 20 juta. Dari situ nggak pernah ngirim uang lagi karena tidak digaji," kata Diah.

Sejak saat itu, Turini dan keluarganya hanya bisa bersabar dan berharap mendapatkan upah sesuai hasil kerjanya. Turini hanya bercerita kabarnya melalui secarik surat kepada keluarganya.

Waktu terus berjalan, sejak tahun 2012, keluarga sempat bingung karena Turini menghilang dan tidak membalas surat.

Seorang Sopir Tewas Tergencet Setir Mobil dalam Tabrakan Beruntun di Banyuasin

Pada Jumat (8/3/2019), tiba-tiba Diah dikagetkan oleh sebuah pesan melalui salah satu akun media sosialnya. Dia mendapatkan pesan dari akun teman ibunya.

Namun, pesan tersebut bukan membuat Diah dan keluarganya bahagia, tetapi mereka semakin bersedih.

Pesan tersebut langsung ditulis oleh Turini kepada Diah. Di sana Turini mengirimkan sebuah foto yang berisi kertas dengan tulisan tangannya sebanyak empat lembar.

Di dalam surat itu, Turini mengaku disekap oleh majikannya di dalam sebuah ruangan di dalam rumahnya.

Di sana Turini menulis selama 20 tahun bekerja, majikannya dinilai jahat. Dia tidak pernah diberi gaji dan tidak diperbolehkan pulang ke Indonesia.

"Banyak yang diceritakan tentang keadaanya di surat ini. Paspor ditahan, tidak diberi makan hingga harus mengutang ke warung hanya untuk makan," kata Diah kepada Tribun Jabar.

Maman Abdurrahman: Jangankan BPN, Hasil Survei TKN Saja Saya Enggak Percaya

Akibat kaget mendapatkan kabar tersebut, Diah bertanya kepada pemilik akun tersebut dan menanyakan kabar ibunya.

"Itu akun teman ibu, orang Filipina. Dia pembantu baru di rumah majikan ibu saya. Ibu saya minta ke dia untuk dicarikan keluarganya di Cirebon. Terus dia cari alamat akun media sosial saya dan menceritakannya. Kalau yang nulis surat di kertas sih ibu. Sampai saat ini, belum tahu keadaan pastinya bagaimana, saya takut ibu saya disiksa," katanya.

Dari situlah, Diah dan keluarganya bergegas melaporkan kejadian yang dialami ibunya kepada Kementerian Luar Negeri dan mengirim pesan melalui akun instagram Presiden RI, Joko Widodo.

"Di surat itu ibu juga menulis agar disampaikan ke media. Harapannya biar mendapat bantuan pemerintah. Ibu mengaku takut dibunuh majikannya," ucapnya.

Turini pun menyampaikan kepada Diah, bahwa majikannya pernah dua kali masuk penjara.

Viral Video Pria Meninggal saat Ibadah di Masjid, Ditemani Warga ketika Hembuskan Napas Terakhir

Hingga kini, Diah dan keluarganya berharap agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat membantu Turini untuk bisa kembali pulang ke Indonesia. (Tribun Jabar/Siti Masithoh)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul: TKI Asal Cirebon Disekap Majikan di Arab Saudi, Selama 21 Tahun Bekerja Hanya Digaji 3 Kali

Sumber: Tribun Jabar
Tags:
Tenaga Kerja Indonesia (TKI)Arab SaudiCirebon
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved