Terkini Nasional

Pengguna Narkoba Meningkat, BNN Sebut Ancaman Serius terhadap Bonus Demografi

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Heru Winarko menyebut bahwa narkoba kini menjadi ancaman serius terhadap bonus demografi.

Pengguna Narkoba Meningkat, BNN Sebut Ancaman Serius terhadap Bonus Demografi
Jurkam BNN
Foto Bersama (ki-ka) : Irjen Pol. Ali Johardi (Deputi Pencegahan BNN), AM Putut Prabantoro (Alumnus Lemhannas PPSA XXI dan Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada – Semangat Satu Bangsa) dan Komjen Pol. Heru Winarko (Kepala BNN) 

TRIBUNWOW.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Heru Winarko menyebut bahwa narkoba kini menjadi ancaman serius terhadap bonus demografi.

Dari rilis yang diterima TribunWow.com, Heru menyebut bahwa pengguna narkoba saat ini mengalami peningkatan, Rabu (13/3/2019).

Ia mengatakan pada tahun 2045 Indonesia akan berada pada masa bonus demografi, karena ratio usia produktif 15-64 tahun lebih banyak daripada usia tidak produktif.

Ini merupakan sebuah keberuntungan karena memiliki daya tawar dan sekaligus daya saing dibanding negara lain.

Dalam bonus demografi ini memiliki generasi muda produktif yang lebih banyak.

Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) bersalaman dengan Kepala BNN, Komjen Pol. Heru Winarko, di Kantor Pusat BNN, Jakarta, Selasa (12/03/2019).
Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro yang juga Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) bersalaman dengan Kepala BNN, Komjen Pol. Heru Winarko, di Kantor Pusat BNN, Jakarta, Selasa (12/03/2019). (Jurkam BNN)

 

Zul Zivilia Diduga Jadi Pengedar Narkoba, Iwan Fals: Vokalis Kok Bandar Narkoba?

Artinya adalah, Indonesia memiliki surplus angkatan kerja produktif dan ini berbanding terbalik dengan beberapa negara ekonomi lainnya seperti Jepang, China atau Uni Eropa.

Ketiga negara ini rata-rata usia lebih tua dibanding dengan Indonesia. Hanya saja, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi merupakan suatu beban bagi sebuah negara.

“Namun ancaman yang dihadapi adalah penyalahgunaan narkoba. Narkoba akan sangat mudah menghancurkan generasi muda sekarang yang seharusnya kelak menjadi pemimpin bangsa," kata Heru.

"Oleh karena itu, untuk memastikan usia produktif tidak terjerumus, perlu diadakan kampanye pencegahan lebih intensif. Harus semakin banyak keteladanan dan contoh dari kelompok usia muda produktif yang berhasil."

"Kampanye pencegahan itu juga bertujuan membangun karakter bangsa pada generasi muda mengingat tren pengguna narkoba pada 2018,” sambungnya.

Dari data yang dipaparkan, Heru menyebut pengguna narkoba tahun 2018 meningkat sebesar 2,1 persen, dari tahun 2017.

Iis Dahlia Khawatir Putranya Devano Danendra dan Salshadilla Juwita Terjerumus Narkoba

Sementara berdasarkan laporan yang ada, per tahun 2017, pengguna narkoba 1,77 persen yang mayoritasnya pekerja, pada 2018 berubah menjadi generasi muda, baik pelajar atau mahasiswa.

Oleh karena itu, pihaknya sangat khawatir apabila pada 2045, tepat saat Indonesia 100 merdeka, bangsa ini justru mengalami krisis kepemimpinan yang berkulitas, akrena generasi muda sudah jadi pengguna narkoba.

Heru mengatakan, perlu dibangun jati diri bangsa pada para milenals, baik oleh BNN, orang tua, pendidik, pemerintah, penegak hukum, hingga masyarakat.

"Harus ada kampanye terus menerus dan berkesinambungan dengan tone positip kepada generasi muda sejak sekarang Generasi muda membutuhkan pendampingan, keteladanan, komitmen dan membutuhkan rambu yang jelas untuk bisa bebas dari ancaman narkoba," ujar Heru. (TribunWow.com)

Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved