Pilpres 2019
Kritisi Kartu Pra Kerja Jokowi, Dahnil Anzar: BPJS Saja Tidak Terbayar
Koordinator Jubir Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzal Simanjuntak sampaikan kritikan pada Presiden Joko Widodo atas wacana Kartu Pra Kerja.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzal Simanjuntak sampaikan kritikan pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas wacana Kartu Pra Kerja.
Hal tersebut seperti yang tampak di acara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Selasa (5/3/2019).
Di acara tersebut, Dahnil menyampaikan dua catatannya terkait Kartu Pra Kerja ini.
• Gerindra Kritisi Kartu Pra Kerja Jokowi: Jangan Sampai Dananya dari Utang Lagi
"Pertama Pak Jokowi abai dengan prioritas terkait kartu ini. Yang kedua Pak Jokowi juga abai tentang dampak sosial program ini," jelas Dahnil.
Dalam pemaparannya, Dahnil lantas menyinggung soal APBN.
"Guru honorer yang Rp 300 ribu saja tidak terbayar, BPJS saja tidak terbayar. Kemudian tiba-tiba kita mau ngomongin sesuatu ini?" kata Dahnil.
"Artinya dari sisi APBN, pak Jokowi abai pada prioritas dan ini tricky, penuh tipuan di dalamnya," sambungnya.
Tak hanya itu, Dahnil juga menilai bahwa Kartu Pra Kerja ini memiliki dampak sosial yang buruk.
"Kita punya angkatan kerja 131 juta orang dengan jumlah pengangguran terbuka sekitar 7 juta lebih. Belum adik-adik yang SMA dan SMK," ujar Dahnil.
"Kemudian muncul ada kecemburuan sosial nanti. 58 persen pekerja kita itu bekerja di sektor Informal, rata-rata nggak digaji."
"Misalnya mereka membantu keluarga, segala macam. Coba Anda bayangkan kemudian ada program ini, kemudian apa dampak sosialnya terhadap mereka. Itu luar biasa," papar Dahnil.
Menurut Dahnil, hal tersebut tidak dipikirkan Jokowi sebelum mewacanakan Kartu Pra Kerja.
Padahal, ujarnya, hal ini bisa menyebabkan hal buruk di masyarakat.
Ini bukan cuma mau menyebabkan perpecahan di tengah isu-isu intoleransi, ditengah isu ekonomi pun bisa menyebabkan perpecahan. Ini berbahaya," kata Dahnil.
"Oleh sebab itu saya selalu mendukung supaya jelas, berapa jumlahnya, harus berani. Baru nggak tricky," tandasnya.
• Kritik Janji Kartu Pra Kerja Jokowi, Fadli Zon: Jangan Berikan Impian Kosong, Pikirkan Dulu Honorer
Simak videonya di menit 7.30:
(TribunWow.com/Nanda)