Pilpres 2019
Gerindra Kritisi Kartu Pra Kerja Jokowi: Jangan Sampai Dananya dari Utang Lagi
Partai Gerindra kritisi wacana Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Kartu Pra Kerja.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra kritisi wacana Calon Presiden (capres) Petahana Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Kartu Pra Kerja.
Hal tersebut disampaikan Partai Gerindra melalui akun terverifikasi @Gerindra, Rabu (6/3/2019).
Awalnya, Partai Gerindra tampak mengomentari akun @JagaJokowi yang menginformasikan soal tiga kartu yang digagas Jokowi.
• Kritik Janji Kartu Pra Kerja Jokowi, Fadli Zon: Jangan Berikan Impian Kosong, Pikirkan Dulu Honorer
Ketiga kartu tersebut adalah Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra Kerja.
Menanggapi wacana itu, Gerindra lantas menyebutkan bahwa kebijakan memberikan tunjangan untuk pengangguran itu hanya cocok diterapkan oleh negara maju berpenduduk sedikit.
Sementara, jika ingin diterapkan di Indonesia, perlu untuk dipikirkan kembali.
Gerindra mengingatkan, jangan sampai dana yang digunakan untuk mewujudkan wacana itu disediakan dari utang.
"Kebijakan memberikan tunjangan untuk pengangguran cocok diberikan untuk negara maju dengan jumlah penduduk yang sedikit.
Sementara untuk diterapkan di Indonesia, harus dipikirkan kembali. Jangan sampai dananya dari utang lagi," kata Gerindra.
Tak hanya itu, sebelumnya Gerindra jga menuliskan cuitan panjang menanggapi Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak sependapat dengan pengadaan Karta Pra Kerja ini.
Hal itu awalnya disampaikan oleh warganet yang memiliki akun @tiaraaunti1.
"jangankan Pak JK, masyarakat awam pun akan pesimis, masalahnya kondisi ekonomi Indonesia yg sedang mengenaskan kalo di tambah seperti ini bisa makin amburadul, pak jokowi lupa kalo ini Indonesia bukan Amerika," tulis warganet itu.
Menanggapi itu, Gerindra menuliskan cuitan panjang.
Gerindra menyinggung soal angka utang pemerintah pusat hingga Januari 2019.
Gerindra meminta, Jokowi jangan memberikan harapan kosong pada rakyat.
Gerindra lantas menyinggung janji Jokowi di Pilpres 2014 yang dinilai masih banyak yang belum terpenuhi.