Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Cerita Saksi Lihat Awal Terbakarnya Puluhan Kapal di Pelabuhan Muara Baru, Lihat Video dan Fotonya

Sebanyak 18 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar. Simak cerita saksi, video penampakan dan foto-fotonya.

(Warta Kota/Alex Suban)
Dahsyatnya kebakaran kapal di Muara Baru, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Sebanyak 18 kapal yang berlabuh di Pelabuhan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, terbakar pada Sabtu (23/2/2019) dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 22.03 WIB belum dapat dipadamkan.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Sabtu (23/2/2019), seorang warga, Jaka (27), menceritakan awalnya mendengar suara ledakan dari tiga kapal pertama yang terbakar.

"Terdengar suara ledakan, ada tiga kali dari tiga kapal pertama yang terbakar. Itu sekitar jam 15.00 (WIB)," kata Jaka.

Indra (21), warga yang lain, menyebutkan, setelah terjadi ledakan, api semakin besar dan lampu langsung mati.

Saat itulah aktivitas warga di sekitar pelabuhan terhenti.

"Setelah kebakaran mulai besar, lampu langsung mati, aktivitas warga dan pegawai berhenti, lalu ramai-ramai pada lihat ke lokasi kejadian," kata Indra.

Noeim Baasyir, Keponakan Abu Bakar Baasyir Meninggal Dunia di Solo, Ini Penyebabnya

Kesaksian lainnya diungkapkan oleh Anton (30), seorang anak buah kapal (ABK) yang kapalnya ikut terbakar, dikutip dari WartaKotaLive, Sabtu (23/2/2019).

Ia menceritakan peristiwa kebakaran terjadi begitu cepat dan juga karena adanya angin kencang.

"Kejadian itu cepat banget, kondisi saat itu saya tengah tertidur, nah pas itu ada yang teriak ada kapal kebakar, posisi memang agak jauh saat itu, dari sisi selatan awalnya, karena angin kencang api makin lama-lama makin besar, apa lagi di kapal ada bahan bakar solar," kata Anton di lokasi.

Anton kemudian mengatakan hanya bisa menyelamatkan barang berharga di dalam kapal seperti GPS dan radio.

Menurutnya kedua bagian itu sangat penting terlebih harganya pun cukup tinggi, lantaran satu GPS bernilai Rp 21 juta, sedangkan radio komunikasi sekitar Rp 18 juta.

Namun, kapal milik bosanya yang berjumlah lima buah tidak bisa terselamatkan.

"Kapal bos saya ada lima abis semua, cuma bisa ambil GPS sama Radio aja tadi sebelum ke bakar karena kan emang itu harganya mahal, kalo kapal ngak bisa di evakuasi karena api langsung menjalar ke beberapa kapal," ujarnya.

Suasana di lokasi kebakaran kapal di Pelabuhan Muara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) sore. Sedikitnya 15 unit kapal terbakara dalam peristiwa itu.
Suasana di lokasi kebakaran kapal di Pelabuhan Muara, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (23/2/2019) sore. Sedikitnya 15 unit kapal terbakara dalam peristiwa itu. ((Kompas.com / Tatang Guritno))

Berawal dari Pengelasan

Kapolres Tanjung Priok, AKPB Reynold EP Hutagalung menuturkan kebakaran ini awal mulanya bersumber dari aktivitas pengelasan yang menimbulkan percikan api dari kapal KM Artamina Jaya, dikutip dari WartaKotaLive, Sabtu (23/2/2019).

Percikan api itu menyebabkan korsleting listrik ke mekanik listrik.

"Berawal dari kapal motor KM Artamina Jaya, dimana ada pengerjaan pengelasan pada pondasi kapal, sehingga percikan api itu menyebabkan korsleting listrik ke mekanik listrik, namun kami masih dilakukan pemeriksaan kembali," kata AKPB, Reynold, Sabtu (23/2/2019).

Sedangkan dituturkan oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono, pihaknya memeriksa tujuh orang saksi.

"Ada tujuh saksi yang diperiksa," kata Gatot di Pelabuhan Muara Baru, Sabtu (23/2/2019) tengah malam.

Namun, saat itu belum ada penetapan tersangka karena sejumlah saksi masih diperiksa dan pihak berwajib masih fokus dalam upaya pemadaman api di lokasi kebakaran kapal di Muara Baru.

Halaman
123
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved