Pilpres 2019
BPN Singgung Penggusuran di DKI saat Bahas Rekam Jejak Jokowi, Rian Ernest: Itu Zaman Ahok
Anggota TKN, Rian Ernest berdebat dengan Anggota BPN Prabowo-Sandi, Siane Indriani terkait track record Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi).
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Rian Ernest tampak berdebat dengan Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Siane Indriani terkait track record (rekam jejak-red) petahana.
Perdebatan keduanya ditampilkan dalam program Mencari Pemimpin bertajuk 'Pasca-Debat, Siapa di Hati Swing Voters?' yang tayang live di KompasTV, Jumat (22/2/2019).
Awalnya, Siane menyinggung soal catatan buruk Jokowi saat masih menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.
Ia menyinggung soal penggusuran rumah warga di Kampung Pulo.
• Debat soal Unicorn hingga Kebakaran Hutan, Rian Ernest sampai Saling Tunjuk dengan Siane Indriani
"Pak Jokowi, ada track record yang harus kita ketahui ketika beliau menjadi gubernur. Itu ada berapa penggusuran, ada berapa puluh penggusuran, dan itu dicatat datanya semua," papar Siane.
"Kita lihat, fenomenal sekali ketika ada Kampung Pulo digusur dengan menggunakan kekuatan TNI dan Polisi," sambungnya.
Rian Ernest tiba-tiba memotong pembicaraan Siane.
"Kampung Pulo jaman Pak Basuki Tjahaja Purnama (BTP atau Ahok). Ibu Siane, itu tidak akuran. Itu tidak akurat," tegas Rian Ernest.
"Waduk Pluit," Siane memberikan contoh lain.
• Elektabilitas PDIP Disebut Menurun karena Ahok, Direktur IPI Beri Tanggapan
"Saya katakan, saya staf BTP, saya harus fair katakan (penggusuran Kampung Pulo) itu program pak BTP," tegas Rian, tak mendengarkan balasan Siane.
"Anda ini menggeser-geser fakta kok. Inilah perlakuan tim BPN. Menggeser-geser fakta. Kita diajak berpikir pesimistis," ujar Rian.
"Luar biasa. BPN menyajikan fakta tidak benar. Kampung Pulo penggusuran, pak Jokowi sudah nyebrang kok jadi Presiden. Masih disalah-salahin juga Pak Jokowi."
"Inilah kekuatan 02. Menyasar pesimisme, membuat ketakutan, hoaks-hoaks, fitnah. Ini kami harus klarifikasi lagi buat masyarakat Indonesia," jelas politisi PSI itu.
"Waduk Pluit saya mengalami sendiri, ketika pak Jokowi kita undang ke Komnas HAM," ujar Siane membela diri.
Tak terima, Rian pun meminta Siane menjawab pertanyaannya dengan pasti.
• Hotman Paris Ungkap Empat Perkara Terbesarnya yang Dikaitkan dengan Lahan Prabowo di Kalimantan