Breaking News:

Pemilu 2019

Jansen Sitindaon Mendebat Pertanyaan Panelis, Pembawa Acara: Saya Harus Ikut Turun Tangan

Pembawa acara akhirnya memutuskan untuk turun tangan saat Jansen Sitindaon mendebat pertanyaan yang diberikan oleh panelis.

Capture Youtube Talkshow tvOne
Kader Demokrat, Jansen Sitindaon saat berada di acara Menuju Parlemen tvOne, Kamis (21/2/2019) 

TRIBUNWOW.COM - Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon terlihat mendebat panelis atas pertanyaan yang diajukan.

Hal itu diungkapkan Jansen saat menjadi narasumber di acara Menuju Parlemen, tvOne, Kamis (21/2/2019) malam.

Dalam acara itu, layaknya debat capres, Jansen yang merupakan caleg ini diberikan kesempatan 5 menit untuk menjawab pertanyaan yang diajukan panelis.

Panelis tersebut ialah Ahli Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin.

Mulanya, Irman memberikan pertanyaan soal kesalahan data yang diucapkan calon presiden (capres) saat debat.

Apakah kelak, Jansen sebagai calon DPR RI melakukan tindakan khusus jika kesalahan itu terjadi.

Soal Video BPN Protes Keras KPU, Jansen Sitindaon: Kami Tak Tahu Luhut Bangkit dari Tempat Duduknya

"Konstitusi menyatakan bahwa pemilu berlangsung luber dan jurdil. Apa yang akan Anda lakukan jika terpilih sebagai anggota DPR, ternyata terdapat calon presiden dalam kampanye atau debat diduga keliru menyampaikan data guna meyakinkan pemilih?," kata panelis Irman.

Diberikan waktu yang banyak, Jansen tak langsung menjawab pertanyaan.

Ia terlebih dahulu mengatakan soal saran untuk KPU sebagai penyelenggara debat agar meniru tvOne.

Yakni memberikan waktu yang lama agar capres bisa leluasa menyampaikan visi dan misi.

Lalu Jansen mulai menjawab pertanyaan yang diberikan padanya.

Eriko Sotarduga Sebut Pemerintahan SBY Buruk, Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon Terpancing Emosi

"Saya jawab, saya sepakat karena kami jadi korban ini khususnya pihak 02 (pilpres) di debat kemarin," ujarnya.

"Enggak, saya tidak bertanya sebagai salah satu tim, tapi kalau Anda terpilih jadi anggota DPR," sahut panelis.

"Persis, ini kan pertanyaannya di sini kan, diduga keliru menyampaikan data guna meyakinkan pemilih, kan itu dia, ada enggak sanksinya? Harus ada karena Pilpres itu ditonton ratusan juta," jawab Jansen.

"Jadi kalau dia bohong satu saja itu masif sekali, kalau dia salah datanya satu saja itu masif sekali efeknya keluar sana."

"Kemarin mohon maaf capres 01 itu saya mencatat ada 5 data bohong, itu istilah saya hoaks data."

"Yang pertama itu sawit, yang kedua tidak adanya kebakaran hutan, yang ketiga itu katanya tidak ada konflik agraria, yang keempat itu terkait persoalan jalan desa, yang kelima jagung, saya punya datanya semua itu, saya buka di sini," tambah Jansen.

Beredar Video Kader Demokrat dengan Pendukung Jokowi, Jansen Sitindaon Beri Tanggapan

Belum usai menjawab, pembawa acara, Arief Fadhil mempersilahkan penelis untuk menyanggah jawaban dari Jansen.

"Bang Irman Anda bisa menyanggah," ujar Arief.

"Sabar, ini saya punya datanya agar saya tidak dituduh bohong, ini bisa bahaya pernyataan saya kalau saya tidak ada buktinya, izinkan saya buktikan," sahut Jansen enggan disanggah.

"Saya potong dulu," kata Irman.

"Sebentar karena ini nanti ke saya kalau tidak saya buktikan, pertama soal konflik persoalan agraria, Beliau menyampaikan tidak ada sama sekali," tambah Jansen.

Karena tak mendapatkan giliran untuk menyanggah, Irman lalu memberikan waktu 10 detik pada Jansen untuk tetap melanjutkan berbicara.

Irman mulai berhitung tepat 10 detik lalu Jansen diam dan memberikan kesempatan Irman untuk menyanggah.

Gubernur Riau Syamsuar Pindah Haluan Dukung Jokowi, Begini Reaksi Kubu Prabowo

"Saya potong, pertanyaan saya adalah, pertanyaan saya jika Anda terpilih sebagai anggota DPR, dalam relasi Anda dengan pasangan calon seperti ini apa yang Anda lakukan?," tanya Irman.

"Saya kira harus ada sanksinya kan, maksudnya debat presiden kan ada 5 kali, semisal kedua sudah bisa dibuktikan sesudah cek fakta," jawab Jansen.

"Cek data oleh akademisi begitu salah, di kesempatan ketiga mungkin dikurangi sedikit kesempatan dia ngomong, harus ada sanksi dong, masak ada orang salah enggak ada sanksi, mungkin ngomong tiga menit jadi dikurangi dua menit."

Mendengar jawaban dari Jansen, pembawa acara, Arief Fadhil memutuskan untuk turun tangan dengan ikut dalam perdebatan tersebut.

Debat Haikal Hassan dan Gus Soleh tentang Munajat 212: Bungkusannya Munajat, Isinya Tahu Sendiri Lah

"Bang Irman dan Bang Jansen saya harus ikut turun tangan Bang," ujar Arief.

"Sebentar," jawab Jansen sambil melanjutkan argumennya.

"Sebentar Bang Jansen, masyarakat malam ini mau melihat kenapa saya harus memilih seorang Jansen Sitindaon? Artinya tidak perlu juga urusan Pilpres kita tarik juga ke ranah parlemen, tapi apa komitmen Anda?," lanjtu Arief.

"Pertanyaan Bang Irman ini banyak tapi jawabannya sedikit, apakah calon presiden kalau terbukti menyampaikan data bohong ada sanksinya?," jawab Jansen.

"Bukan itu, DPR itu punya fungsi, interplasi, angket dan pendapat, ada juga fungsi anggota DPR yang dianggap aneh," tegas Irman.

"Bang, interplasi tidak ada hubungannya dengan DPR, ini capres kan itu pertanyaan abang, silahkan diputar, confuse Abang ini sebagai panelis," ujar Jansen.

Tak lama, waktu lima menit yang diberikan telah habis sehingga Jansen tak melanjutkan bicaranya.

Lihat videonya:

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
Pemilu 2019Pemilihan Legislatif (Pileg)Jansen Sitindaon
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved