Jangan Mudah Tergiur dengan Pinjaman Cepat Online! Perhatikan 5 Aspek Keamanan Ini

Sebaiknya Anda memperhatikan tips sebelum mengajukan pinjaman online. Semua penawaran pinjaman bisa dibandingkan secara online.

Jangan Mudah Tergiur dengan Pinjaman Cepat Online! Perhatikan 5 Aspek Keamanan Ini
Pexels.com
Ilustrasi- Sebaiknya Anda memperhatikan tips sebelum mengajukan pinjaman online. 

Anda sebagai nasabah harus pintar-pintar dalam memilih. Salah satu caranya adalah dengan memperhatikan lima aspek keamanan berikut ini, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id:

1. Pastikan situs lembaga pinjaman menggunakan jaminan enkripsi
Enkripsi adalah sebuah sistem yang diterapkan bertujuan mengamankan data atau informasi yang ada di dalam situs, agar tidak dapat terbaca oleh pihak lain yang tidak mendapat izin. Bentuknya adalah sertifikat SSL dan juga protokol HTTPS. Biasanya metode enkripsi maupun protokol HTTPS umumnya dipakai untuk situs atau aplikasi yang digunakan untuk bertransaksi secara online.

Semua situs lembaga pinjaman idealnya perlu menggunakan sistem keamanan ini. Sebab, semua data yang ada pada situs, apa pun bentuknya, bersifat penting dan bisa jadi celah bagi para peretas untuk melakukan kejahatan. Utamakan menggunakan jasa fintech yang situsnya berprotokol HTTPS, bukan HTTP, serta memiliki jaminan enkripsi data yang tertera jelas dalam kebijakan privasi dan kebijakan keamanan di situsnya.

2. Cek kembali kebijakan privasi dan kebijakan keamanan
Apakah Anda pernah mendapatkan telepon atau SMS yang menawarkan produk pinjaman? Besar kemungkinan data pribadi Anda sudah tersebar ke beberapa afiliasi marketing yang bergerak di bidang pinjaman. Bisa jadi, sebelumnya Anda pernah mengajukan pinjaman, sehingga data pribadi Anda tercatat dan tersebar.

Ketika memutuskan menggunakan jasa fintech untuk mengajukan pinjaman cepat online, Anda perlu lebih berhati-hati. Caranya adalah dengan mengecek dan jeli dalam membaca bagian Kebijakan Privasi, Kebijakan Keamanan, dan segala informasi yang berkaitan dengan bagaimana fintech tersebut mengelola data nasabahnya.

Selain menghindari risiko penyalahgunaan data, ini juga bisa mencegah masuknya telepon dan SMS mengganggu yang berisi tawaran-tawaran dari pihak yang tidak jelas.
Baca Juga : Pinjaman Uang Online Langsung Cair Tenor Singkat vs Tenor Panjang, Pilih Mana?

3. Periksa daftar fintech yang telah diawasi OJK
Memang, ada banyak sekali situs pinjaman uang online yang ada di Indonesia, tapi tak semua terpercaya. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam memilihnya. Untuk dapat memilih situs pinjaman uang online terpecaya, ada satu hal yang harus Anda perhatikan, yaitu harus diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan sudah terverifikasi. OJK sebagai lembaga resmi yang mengawasi berjalannya kegiatan fintech di Indonesia, memiliki daftar lembaga pemberi pinjaman yang mereka awasi.

Berdasarkan keterangan OJK, saat ini ada ratusan aplikasi pinjaman online berbasis aplikasi yang tersedia di Indonesia. Aplikasi tersebut dapat Anda temui di Playstore (Android) dan iOs (iPhone). Namun hanya belasan aplikasi pinjaman online yang telah terdaftar di OJK. Daftarnya dapat Anda lihat di situs OJK.

Pastikan Anda hanya meminjam dari aplikasi yang sudah terdaftar tersebut. Akan lebih baik jika Anda meminjam dari aplikasi yang telah mendapat izin OJK, tidak cuma terdaftar.

4. Telusuri kembali perjanjian pinjaman
Perjanjian pinjaman merupakan salah satu hal paling penting dalam proses pengajuan pinjaman, baik online maupun konvensional di perbankan. Dalam perjanjian itu, umumnya akan tertera jumlah pinjaman, besaran suku bunga, tenor yang disepakati, hingga poin-poin penting lainnya terkait kondisi nasabah dan pemberi pinjaman.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Yudie
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved