Pilpres 2019
Said Didu Sebutkan Kesalahan Jokowi saat Debat Capres, Iwan Fals: Semua untuk Kebaikan Barangkali
Iwan Fals mengatakan bisa saja data salah yang dibicarakan oleh Jokowi digunakan untuk kebaikan.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu menuliskan soal data kesalahan calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) dalam debat capres yang usai berlangsung, Minggu (17/2/2019) malam.
Hal itu dituliskan oleh Said Didu melalui Twitter miliknya, @saididu, Senin (18/2/2019).
Said Didu mengatakan bahwa ada beberapa data kebohongan Jokowi yang dikemukakan dengan lantang.
Produksi tersebut yakni soal produksi sawit, impor jagung, dan kebakaran hutan.
"Ada beberapa kebohongan dg lantang di kemukakan pada debat capres ke 2.
1) data produksi sawit
2) data impor jagung
3) data kebakaran hutan
Padahal tdk masuk akal petahana tdk mengetahui data yg benar.
Semoga bukan krn terbiasa," tulis Said Didu.
• Jokowi Sindir Kepemilikan Lahan Prabowo saat Debat, Fadli Zon: Seharusnya Jadi Kebanggan Nasional
Musisi Iwan Fals lalu memberikan komentar atas cuitan Said Didu tersebut.
Mulanya, melalui Twitter @iwanfals ia bertanya maksud kebohongan yang dituliskan oleh Said Didu.
"Dan ini maksudnya gimana ya?," tanya Iwan Fals.
Lalu, ia menambahkan dengan kembali bertanya apakah benar, Jokowi yang juga merupakan presiden petahana tersebut berbohong.
"Masak sih “presiden” bohong?.
Kan sudah melalui proses yang hebat untuk menjadi orang nomer 1.
Atau mungkin seandainya berbohong, itu semua untuk kebaikan barangkali, gimanaaa," tambah Iwan Fals.
• Prabowo Kaget sampai Geleng-geleng Komentari soal Suporter yang Ada di Dalam Studio Debat Capres

Kicauan Iwan Fals komentari Said Didu (Capture Twitter @iwanfals)
Sementara diberitakan sebelumnya, Jokowi dalam tema Sumber Daya Alam mengatakan saat ini produksi kelapa sawit di Indonesia sudah 46 juta ton per tahun.
"Supaya masyarakat tahu bahwa sekarang produksi sawit Indonesia itu sudah 46 ton per tahun, dan melibatkan petani kurang lebih 16 juta petani," ujarnya.
Sementara sumber dari data BPS mencatatkan, produksi kelapa sawit dalam satu tahun tidak mencapai 46 juta ton.
Rata-rata masih di angka 30 juta ton tiap tahun.
Seperti di tahun 2015 yakni sebesar 26,5 juta ton, lalu yahun 2016 sebesar 31,4 juta ton, dan tahun 2017 sebesar 34,4 juta ton.
• Begini Reaksi Jokowi saat Prabowo Minta Skip Debat dan Tidak Mau Diadu Pendapat di Debat Pilpres
Lalu terkait data kebakaran lahan, Jokowi menyebutkan, satu di antara keberhasilannya dalam memimpin Indonesia selama 4 tahun terakhir adalah menekan kebakaran hutan dan lahan.
Capres nomor urut 01 ini mengatakan, selama tiga tahun terakhir pemerintahannya, kebakaran hutan sudah bisa diatasi.
"Kita ingin kebakaran hutan, kebakaran lahan gambut tak terjadi lagi, dan ini sudah kita atasi," kata Jokowi dalam segmen pertama atau penyampaian visi misi pada debat calon presiden di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
"Dalam tiga tahun ini, tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan gambut," lanjut Jokowi.
Namun, Greenpeace Indonesia memberikan bantahan atas pernyataan Jokowi itu melalui Twitter miliknya, @GreenpeaceID, Minggu (17/2/2019).
Greenpeace mengungkapkan bahwa faktanya kebaran hutan besar terjadi pada 2015 dan masih terus terjadi hingga saat ini.
"Pak @jokowi tadi mengeluarkan statement bahwa tidak terjadi kebakaran hutan selama 3 tahun terkahir. Faktanya?
Sejak tragedi kebakaran hutan terbesar 2015, kebakaran hutan dan lahan terus terjadi setiap tahun hingga sekarang. #DebatCapres," tulis Greenpeace Indonesia.
• Sependapat dengan Jokowi di Debat Kedua Pilpres 2019, Prabowo: Jangan Kita Diadu-adu Terus
(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Ananda)